Inovasi Tempe Kacang Lokal, Jalan menuju Kedaulatan Pangan Nusantara

  • 07 Jun 2026 15:19 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Inovasi tempe dari berbagai kacang lokal menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada kedelai impor.
  • Pemanfaatan bahan pangan lokal dapat memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
  • Pengembangan tempe kacang lokal membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pelaku usaha pangan daerah

RRI.CO.ID, Jakarta - Tempe selama ini identik dengan kedelai. Namun di tengah tantangan ketergantungan impor bahan baku pangan, berbagai inovasi terus dikembangkan untuk memperkuat kedaulatan pangan Indonesia. Salah satunya melalui pemanfaatan beragam kacang lokal sebagai bahan baku tempe yang tidak kalah bergizi dan bernilai ekonomi.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Beranda Astacita Green Radio RRI Pro 1 Jakarta bersama Dwinita Permatasari, PIC Kedaulatan Pangan Nusantara Pusaka Indonesia, dengan tema "Cerita Pangan Nusantara: Inovasi Tempe dari Kacang Lokal". Minggu, 07 Juni 2026.

Menurut Dwinita, Indonesia memiliki kekayaan hayati yang sangat besar, termasuk berbagai jenis kacang-kacangan lokal yang berpotensi menjadi sumber pangan alternatif. Pemanfaatan bahan pangan lokal tidak hanya mendukung diversifikasi konsumsi masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Ia menjelaskan bahwa tempe dapat diproduksi dari berbagai jenis kacang lokal seperti kacang koro, kacang gude, kacang merah, hingga jenis kacang lainnya yang tumbuh di berbagai daerah Nusantara. Inovasi tersebut menjadi peluang untuk mengurangi ketergantungan terhadap kedelai impor sekaligus membuka pasar baru bagi petani lokal.

Selain memiliki nilai gizi yang baik, pengembangan tempe berbasis kacang lokal juga dinilai mampu meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian daerah. Dengan pengolahan yang tepat, produk pangan lokal dapat bersaing di pasar modern tanpa kehilangan identitas budaya dan kearifan lokal yang melekat di dalamnya.

Dwinita menekankan bahwa kedaulatan pangan tidak hanya berbicara tentang ketersediaan makanan, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk memproduksi, mengolah, dan mengonsumsi pangan yang berasal dari sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Melalui inovasi pangan seperti tempe kacang lokal, masyarakat diajak untuk kembali mengenal kekayaan bahan pangan Nusantara yang selama ini kurang dimanfaatkan. Langkah kecil dalam memilih dan mengembangkan pangan lokal diyakini dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pangan yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Sejalan dengan semangat Astacita, penguatan pangan lokal menjadi salah satu strategi penting dalam membangun ketahanan nasional dari sektor pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha pangan di berbagai daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....