Jaminan Mutu Konstruksi Jadi Kunci Keselamatan Bangunan

  • 25 Mei 2026 16:23 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Pengujian bahan dan barang teknik dinilai penting untuk memastikan mutu produk konstruksi sehingga bangunan yang digunakan masyarakat tetap aman, kuat, dan sesuai standar

RRI.CO.ID, Jakarta - Banyak orang memilih bahan bangunan hanya dari tampilan luar atau harga yang lebih murah. Padahal, di balik berdirinya rumah, gedung bertingkat, jembatan, hingga fasilitas publik lainnya, ada satu hal penting yang sering luput diperhatikan, yakni kualitas material konstruksi.

Hal itu mengemuka dalam dialog “Beranda Astacita UMKM” RRI Pro 1 Jakarta, Senin 25 Mei 2026, dengan tema “Jaminan Mutu Produk Konstruksi melalui Pengujian Bahan dan Barang Teknik.” Dialog menghadirkan Kepala Unit Pengelola Penilaian Kesesuaian Bahan dan Barang Teknik (UPPKB2T), Martiana Debora Paruhum, serta Penguji Mutu Barang Ahli Muda UPPKB2T, Aditias Suyasninto.

Dalam perbincangan yang dipandu host Rouli Hutahaean itu, Martiana menjelaskan bahwa jaminan mutu produk konstruksi bukan sekadar urusan administrasi industri, melainkan berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.

“Ketika masyarakat tinggal di rumah, bekerja di gedung, atau melintas di jembatan, sebenarnya mereka sedang mempercayakan keselamatannya pada kualitas material yang digunakan,” jelasnya.

Ia menuturkan, masih banyak masyarakat yang menganggap pengujian laboratorium hanya formalitas belaka. Padahal, proses tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan apakah suatu produk benar-benar aman dan layak digunakan.

Misalnya pada baja tulangan beton. Secara kasat mata mungkin terlihat sama, tetapi setelah diuji belum tentu memenuhi standar kekuatan tarik yang dibutuhkan. Jika kualitasnya rendah, risiko kerusakan bangunan bisa muncul dalam jangka panjang.

Hal serupa juga berlaku pada pipa air, paving block, keramik, hingga berbagai material pendukung lainnya. Produk yang tampak bagus belum tentu memenuhi standar teknis apabila tidak melalui pengujian secara ilmiah.

Sementara itu, Aditias Suyasninto mengatakan tantangan terbesar dalam pembangunan saat ini adalah menjaga konsistensi mutu material di tengah masifnya pembangunan infrastruktur nasional.

Pengujian material konstruksi di laboratorium guna memastikan bahan bangunan memenuhi standar mutu, keamanan, dan kelayakan sebelum digunakan pada proyek infrastruktur maupun bangunan publik. Sumber Foto : Freepik.com

Menurutnya, persaingan harga sering membuat sebagian pelaku usaha mengorbankan kualitas demi menekan biaya produksi. Karena itu pengawasan, sertifikasi, dan edukasi harus terus dilakukan agar kualitas menjadi budaya kerja, bukan sekadar kewajiban administratif.

UPPKB2T sendiri hadir sebagai laboratorium pengujian milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah terakreditasi dan menjadi laboratorium rujukan berbagai produk SNI wajib dari Kementerian Perindustrian. Laboratorium ini mampu menguji lebih dari 120 komoditas bahan dan barang teknik.

Tak hanya melayani industri besar, UPPKB2T juga membuka akses bagi UMKM, akademisi, hingga masyarakat umum dengan layanan pengujian dan konsultasi yang lebih terjangkau. Bahkan tersedia layanan One Day Service untuk beberapa jenis pengujian tertentu.

Dalam dialog tersebut, narasumber juga mengingatkan masyarakat agar lebih teliti memilih bahan bangunan. Tidak hanya tergiur harga murah, tetapi memastikan produk memiliki standar SNI dan jaminan mutu yang jelas.

Sebab pada akhirnya, kualitas material bukan hanya soal bangunan yang kokoh, tetapi juga tentang keamanan dan keselamatan manusia dalam jangka panjang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....