HIV dan TBC: Infeksi Ganda yang Masih Menjadi Ancaman, Deteksi Dini Jadi Kunci
- 07 Jun 2026 15:22 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Orang dengan HIV memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi TBC akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh.
- Deteksi dini melalui skrining HIV dan TBC menjadi langkah penting untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan.
- Pengendalian HIV dan TBC mendukung visi Astacita dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan produktif.
RRI.CO.ID, Jakarta - HIV dan tuberkulosis (TBC) masih menjadi dua masalah kesehatan yang saling berkaitan dan membutuhkan perhatian serius. Ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menurun akibat HIV, risiko terinfeksi TBC menjadi jauh lebih tinggi. Kondisi inilah yang membuat deteksi dini dan pengobatan tepat menjadi sangat penting untuk menyelamatkan kualitas hidup pasien.
Hal tersebut disampaikan dalam program Beranda Astacita Indonesia Sehat RRI Pro 1 Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026 bersama dr. Mira Yulianti, SpPD, K-PMK, dokter spesialis penyakit dalam Departemen Penyakit Dalam RSCM, dengan tema "HIV dan Infeksi TBC".
Menurut dr. Mira, TBC merupakan salah satu infeksi oportunistik yang paling sering ditemukan pada Orang Dengan HIV (ODHIV). Saat daya tahan tubuh melemah, bakteri TBC lebih mudah berkembang dan menimbulkan penyakit yang dapat menyerang paru-paru maupun organ tubuh lainnya.
Ia menjelaskan bahwa banyak kasus HIV baru terdeteksi setelah pasien mengalami infeksi TBC yang cukup berat. Karena itu, pemeriksaan HIV pada pasien TBC maupun skrining TBC pada ODHIV menjadi langkah penting untuk memastikan penanganan dilakukan sejak dini.
"Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang pasien mendapatkan pengobatan yang efektif dan mempertahankan kualitas hidupnya," ujarnya.
Selain pengobatan, edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pengendalian HIV dan TBC. Stigma yang masih melekat sering kali membuat penderita enggan memeriksakan diri atau menjalani pengobatan secara terbuka. Padahal, baik HIV maupun TBC dapat dikendalikan jika pasien mendapatkan layanan kesehatan yang tepat dan menjalani terapi secara disiplin.
Dalam konteks pembangunan kesehatan nasional, pengendalian HIV dan TBC sejalan dengan semangat Astacita, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui layanan kesehatan yang lebih inklusif, preventif, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, target pengendalian TBC dan HIV di Indonesia diharapkan dapat tercapai sehingga angka kesakitan dan kematian akibat kedua penyakit tersebut dapat terus ditekan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....