Ini 7 Jamur Paling Beracun di Dunia
- 02 Jun 2025 15:01 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Apakah jamur itu tanaman? Meskipun seringkali tumbuh di tanah seperti tanaman, jamur bukanlah tanaman. Jamur adalah organisme eukariotik yang termasuk dalam Kingdom Fungi, yang berbeda dengan Kingdom Plantae (tumbuhan) dan Kingdom Animalia (hewan).
Meskipun bukan tanaman, jamur memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kegunaan lainnya. Namun penting untuk diingat bahwa tidak semua jamur dapat dimakan, dan beberapa di antaranya sangat beracun. Identifikasi jamur liar harus dilakukan oleh ahli untuk menghindari keracunan. Dilansir dari laman britannica.com, kendatipun hanya beberapa dari 70-80 spesies jamur beracun yang benar-benar fatal bila tertelan, namun nyatanya tidak sedikit banyak dari jamur mematikan ini sangat mirip dengan spesies yang dapat dimakan dan karenanya sangat berbahaya. Berikut adalah 7 jenis jamur yang sangat mematikan di dunia.
1. Topi Kematian (Amanita phalloides)
Amanita phalloides adalah salah satu jamur paling beracun dan bertanggung jawab atas sebagian besar kematian akibat keracunan jamur di seluruh dunia. Bahkan, diperkirakan hanya setengah buah jamur ini sudah cukup mengandung racun yang mematikan bagi orang dewasa. Amanita phalloides bisa sangat sulit, terutama bagi orang yang tidak berpengalaman. Jamur ini bisa sangat bervariasi dalam penampilannya, dan seringkali mirip dengan beberapa jenis jamur yang aman untuk dikonsumsi.
Cara terbaik untuk menghindari keracunan Amanita phalloides adalah dengan tidak pernah memakan jamur liar kecuali anda adalah ahli mikologi yang berpengalaman dan 100% yakin dengan identifikasinya. Jangan pernah mengambil risiko dengan memakan jamur yang anda temukan di alam liar jika Anda tidak yakin sepenuhnya.
2. Jamur Filaris (Conocybe Filaris)
Conocybe filaris, juga dikenal sebagai "Killer Conehead" atau "Funeral Bell". Jamur ini adalah spesies kecil namun sangat beracun yang mengandung amatoxins, jenis racun yang sama mematikannya yang ditemukan dalam jamur Topi Kematian (Amanita phalloides). Meskipun ukurannya kecil dan penampilannya tidak mencolok, Conocybe filaris bertanggung jawab atas beberapa kasus keracunan jamur yang serius, bahkan kematian, terutama di wilayah Pasifik Barat Laut Amerika Utara.
Seperti Amanita phalloides, Conocybe filaris mengandung amatoxins, terutama α-amanitin. Racun ini bekerja dengan cara yang sama, yaitu menghambat RNA polymerase II, enzim penting dalam sintesis protein sel. Akibatnya, sel-sel tubuh, terutama sel-sel hati dan ginjal, tidak dapat berfungsi dan mati. Jika ada dugaan keracunan Conocybe filaris, pertolongan medis harus segera dicari. Penanganan akan serupa dengan keracunan Amanita phalloides, berfokus pada mengeluarkan racun dan mendukung fungsi organ.
3. Jaring laba-laba (spesies Cortinarius)
Genus Cortinarius mengandung beberapa spesies jamur yang sangat beracun dan mematikan karena kandungan orellanine. Orellanine ini memiliki efek toksik yang tertunda secara signifikan, biasanya muncul antara 3 hingga 14 hari setelah konsumsi, bahkan lebih lama. Racun ini secara spesifik menyerang ginjal, menyebabkan kerusakan yang parah dan seringkali irreversibel (permanen). Efek toksik yang tertunda dan kerusakan ginjal yang parah menjadikan kelompok jamur ini sangat berbahaya. Kehati-hatian ekstrem dan pengetahuan yang mendalam tentang identifikasi jamur, terutama genus Cortinarius, sangat penting untuk mencegah keracunan yang berpotensi fatal. Jika ada dugaan keracunan jamur Cortinarius, segera cari bantuan medis. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan tes fungsi ginjal.
4. Tutup Kepala Musim Gugur (Galerina marginata)
Galerina marginata adalah jamur kecil berwarna cokelat yang sangat beracun dan mengandung amatoxins, jenis racun yang sama mematikannya yang ditemukan dalam jamur Topi Kematian (Amanita phalloides) dan Conocybe filaris. Meskipun ukurannya kecil, jamur ini bertanggung jawab atas beberapa kasus keracunan jamur yang fatal. Jika ada dugaan keracunan Galerina marginata, pertolongan medis harus segera dicari. Penanganan akan serupa dengan keracunan amatoxin lainnya.
5. Malaikat Penghancur (spesies Amanita)
Jamur Malaikat Penghancur adalah kelompok jamur Amanita yang sangat mematikan karena kandungan amatoxinsnya. Kemiripannya dengan jamur yang dapat dimakan, terutama jamur kancing muda dan jamur payung putih, menjadikannya ancaman serius bagi pemetik jamur yang tidak berpengalaman. Pengetahuan yang akurat tentang ciri-ciri identifikasi dan kehati-hatian ekstrem sangat penting untuk menghindari tragedi keracunan yang disebabkan oleh jamur ini.
Cara teraman untuk menghindari keracunan Jamur Malaikat Penghancur adalah dengan tidak pernah memakan jamur liar berwarna putih yang memiliki insang putih dan batang dengan cincin dan volva di pangkalnya kecuali Anda adalah ahli mikologi yang sangat berpengalaman dan yakin 100% dengan identifikasinya.
6. Podostroma cornu-damae
Podostroma cornu-damae, yang juga dikenal sebagai "Poison Fire Coral" atau dalam bahasa Jepang "Kaentake". Jamur ini terkenal sebagai salah satu jamur paling beracun di dunia dan telah menyebabkan beberapa kematian, terutama di Asia Timur (Jepang dan Korea). Jamur yang sangat beracun ini dengan penampilan yang khas serta memiliki kandungan trichothecene mycotoxins di dalamnya dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh dan kematian.
Sangat penting untuk mengenali jamur ini dan menghindarinya sama sekali. Mengingat toksisitasnya yang tinggi dan tidak adanya penawar racun, identifikasi yang tepat dan penghindaran adalah kunci utama. Jika Anda menemukan jamur dengan ciri-ciri tersebut, jangan disentuh dan jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
7. Dapperling Mematikan ( Lepiota brunneoincarnata )
Jamur Dapperling Mematikan atau Deadly Dapperling, yang memiliki nama ilmiah Lepiota brunneoincarnata. Jamur ini adalah anggota dari genus Lepiota, yang mencakup beberapa spesies beracun dan beberapa yang dapat dimakan. Namun, Lepiota brunneoincarnata adalah salah satu yang paling berbahaya dan bertanggung jawab atas sejumlah kematian di Eropa. Kemiripannya dengan spesies Lepiota lain yang dapat dimakan menjadikannya ancaman serius bagi pemetik jamur yang tidak berpengalaman. Identifikasi yang akurat dan kehati-hatian ekstrem sangat penting untuk menghindari tragedi keracunan akibat jamur ini. Jika Anda tidak yakin, jangan dimakan!
(Sumber: britannica.com)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....