24 Mei: Hari Kesadaran Skizofrenia Sedunia

  • 23 Mei 2025 17:35 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Tanggal 24 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai World Schizophrenia Awareness Day atau Hari Kesadaran Skizofrenia Sedunia. Hari ini ditetapkan untuk meningkatkan pemahaman publik tentang skizofrenia, salah satu gangguan mental serius yang memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia.

Skizofrenia adalah gangguan mental yang ditandai dengan gejala psikotik persisten seperti halusinasi pendengaran dan/atau visual, pemikiran delusi, disosiasi dari kenyataan, serta pikiran dan perilaku yang tidak terorganisir.

Penyakit ini biasanya mulai terlihat ketika pasien berusia awal dua puluhan. Meskipun dalam kasus yang jarang terjadi, gejalanya dapat muncul pada masa kanak-kanak.

Melansir dari National Today, tanggal 24 Mei dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap Dr Philippe Pinel, seorang tokoh penting dalam sejarah psikiatri modern yang dikenal karena memperjuangkan perlakuan manusiawi terhadap pasien gangguan jiwa.

Pasien skozofrenia sering menunjukkan perilaku abnormal, seperti delusi (kayakinan salah), halusinasi (melihat atau mendengar hal yang tidak ada), dan kesulitan dalam berkomunikasi. Mereka juga bisa mengalami perilaku yang tidak teratur, seperti kesulitan berkonsentrasi, mudah marah, dan menarik diri dari sosial. Selain itu, pasien skizofrenia seringkali mengalami gejala negatif, seperti hilangnya motivasi, kesulitan tidur, dan apatis terhadap lingkungan sekitar. Beberapa pasien skozofrenia mungkin menggunakan narkoba atau alkohol untuk mengatasi gejala atau merasa lebih baik.

Perlu diingat bahwa setiap pasien skizofrenia bisa memiliki gejala dan perilaku yang berbeda-beda. Penting untuk memberikan dukungan yang positif dan membantu mereka untuk mendapatkan pengobatan tepat.

Untuk menghilangkan stigma skizofrenia, penting untuk edukasi, meningkatkan kesadaran, dan mendorong percakapan terbuka tentang kesehatan mental. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagi pengalaman, melawan misinformasi, dan menunjukkan empati kepada orang yang mengalami skizofrenia.

Hari Kesadaran Skizofrenia Sedunia juga diciptakan untuk melawan stigma dan memudahkan orang mencari berbagai sumber daya untuk mendapatkan bantuan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....