Resmikan Longstorage Kalipang, Bupati Harno: Akan Dikembangkan

  • 25 Jan 2026 11:16 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang - Bupati Rembang, Harno meresmikan longstorage (bendung) Sungai Pang yang berlokasi di Desa Kalipang, Kecamatan Sarang, Jumat, 23 Januari 2026. Peresmian ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Rembang dalam mendukung ketahanan air, ketahanan pangan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

Harno mengapresiasi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana atas pengerjaan longstorage. Termasuk, Anggota DPR RI Harmusa Oktaviani yang telah memperjuangkannya hingga kerelaan tiga warga Kalipang yang tanahnya dipakai untuk pembangunannya.

Menurutnya, keberadaan longstorage ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang atas persoalan kekeringan dan keterbatasan air bersih yang selama ini dihadapi warga, terutama saat musim kemarau.

“Jika hasil uji laboratorium nantinya menyatakan air dari longstorage ini layak dikonsumsi, maka Pemerintah Kabupaten Rembang akan segera menindaklanjuti dengan pengolahan air baku untuk PDAM. Air ini sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya di wilayah Sarang,” tegas Bupati Harno.

Bupati juga mengungkapkan bahwa pembangunan longstorage di Sungai Pang ini merupakan proyek percontohan pertama di Kabupaten Rembang. Apabila berjalan optimal, model serupa akan dikembangkan di sejumlah lokasi lain yang memiliki potensi dan kebutuhan serupa.

“Ini menjadi percontohan. Jika berhasil, akan kita lanjutkan di titik-titik lain karena masih banyak wilayah yang membutuhkan longstorage,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Sudarto, menjelaskan, pembangunan longstorage dilaksanakan mulai awal Oktober hingga akhir Desember 2025. Pembangunan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam pengelolaan sumber daya air berkelanjutan.

Proyek ini juga mendukung Asta Cita Presiden, khususnya dalam mewujudkan ketahanan air, ketahanan pangan nasional, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan. “Keberhasilan pembangunan dan rencana pemanfaatan infrastruktur ini tidak lepas dari sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR, DPRD, serta partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Sudarto menambahkan, wilayah pesisir Kabupaten Rembang selama ini menghadapi permasalahan intrusi air laut yang menyebabkan tingginya kadar salinitas air permukaan. Dengan adanya longstorage Sungai Pang, pemanfaatan air permukaan yang kualitasnya mulai membaik dapat dioptimalkan sebagai sumber air baku dan irigasi.

Selain untuk kebutuhan air minum dan pertanian, longstorage ini juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata dan ruang publik yang dapat menciptakan nilai tambah ekonomi serta membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

Ke depan, BBWS Pemali Juana berencana melakukan pengembangan lanjutan melalui normalisasi di bagian hilir. Kapasitas tampung yang saat ini sekitar 40.000 meter kubik diharapkan dapat ditingkatkan hingga 60.000 meter kubik, bahkan mencapai 100.000 meter kubik, sehingga mampu mengendalikan banjir saat musim hujan dan mengurangi risiko kekeringan di musim kemarau.

Salah satu warga Desa Kalipang, Purwasih, yang merelakan sebagian lahannya untuk pembangunan longstorage, mengaku bersyukur atas manfaat yang dirasakan. Ia menerima ganti untung atas lahan seluas 937 meter persegi senilai Rp140.550.000.

“Ini untuk kemaslahatan bersama. Kalau musim kemarau itu susah air, tahun kemarin bahkan gagal panen. Dengan adanya bendungan seperti ini, petani bisa memanfaatkan air dengan pompa,” ungkapnya.

Diketahui, proyek pembangunan longstorage Sungai Pang sepanjang sekitar 5 kilometer ini dimulai pada 8 September 2025 oleh BBWS Pemali Juana dengan dukungan anggaran dari APBN. Longstorage ini diperkirakan mampu menyuplai air untuk sekitar 900 kepala keluarga serta mengairi kurang lebih 25 hektare lahan pertanian. (Mif)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....