Soda Badak, Rasa Lama yang Bertahan

  • 07 Jan 2026 07:23 WIB
  •  Ranai

KBRN, Natuna: Saat singgah menikmati semangkuk miso Medan di salah satu kedai makan di Tanjungpinang, perhatian saya tertuju pada  minuman berkarbonasi kemasan botol berwarna mencolok yang disajikan sebagai pendamping. Minuman itu dikenal dengan nama Soda Badak, minuman legendaris asal Pematang Siantar, Sumatra Utara, yang hingga kini masih bertahan dan dikenal luas, termasuk di Kepulauan Riau.

Soda Badak merupakan minuman berkarbonasi yang diproduksi oleh PT Pabrik Es Siantar, perusahaan yang telah berdiri sejak awal abad ke-20. Minuman ini sudah ada sejak sekitar tahun 1916 dan menjadi salah satu soda lokal tertua di Indonesia. Keberadaannya bahkan lebih dulu dikenal dibandingkan berbagai merek soda internasional yang masuk kemudian.

Dari segi rasa, Soda Badak memiliki cita rasa khas sarsaparilla, perpaduan manis dan segar dengan sensasi soda yang kuat. Saat saya menyeruputnya, gelembung karbonasi terasa ringan namun menyegarkan, sangat cocok dipadukan dengan hidangan berkuah kental seperti miso Medan. Rasa klasik inilah yang membuat Soda Badak memiliki penggemar tersendiri.

Ciri paling mudah dikenali dari minuman ini adalah warnanya yang merah hingga kecokelatan, tergantung varian dan pencahayaan. Warna tersebut berasal dari komposisi sirup dan pewarna makanan yang digunakan dalam proses produksi, sekaligus menjadi identitas visual yang melekat kuat di ingatan masyarakat. Botol kaca dengan logo badak bercula satu semakin menguatkan kesan legendarisnya.

Di kalangan masyarakat, Soda Badak dikenal sebagai minuman nostalgia. Banyak yang mengenalnya sejak kecil, diminum saat makan bersama keluarga atau dibeli di warung tradisional. Euforia terhadap minuman ini bukan semata karena rasanya, tetapi juga karena kenangan yang menyertainya. Hingga kini, Soda Badak masih kerap dicari dan disajikan di kedai-kedai makan, termasuk di Tanjungpinang.

Bagi saya, menikmati Soda Badak di Tanjungpinang bukan sekadar melepas dahaga, melainkan merasakan bagaimana sebuah produk lokal dari Pematang Siantar mampu menembus batas daerah dan tetap hidup di tengah gempuran minuman modern. Soda Badak menjadi bukti bahwa rasa, sejarah, dan nostalgia dapat menyatu dalam satu gelas minuman berkarbonasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....