Berikut Efek Samping Terlalu Banyak Makan Telur

  • 20 Sep 2024 18:44 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh: Telur merupakan makanan pokok di seluruh dunia. Mulai dari direbus, diorak-arik, hingga dijadikan telur dadar. Ditambah lagi telur termasuk makanan yang kaya protein.

Telur merupakan salah satu makanan paling bergizi. Namun, telur bisa menimbulkan efek samping jika tidak dikonsumsi dalam jumlah sedang.

Meski menyehatkan, Lantas, apa saja efek samping terlalu banyak makan telur? Merangkum Health Shots Jumat (20/9/24), berikur efek samping akibat terlalu banyak makan telur:

1. Masalah Pencernaan

Konsumsi telur terlalu banyak bisa menyebabkan masalah pencernaan seperti sakit perut pada sebagian orang. Sebagian juga bisa mengalami gangguan pencernaan, perut bergas dan kembung.

Orang yang tidak toleran terhadap telur mungkin mengalami lebih banyak masalah gastrointestinal sehingga mereka harus menghindari makan terlalu banyak telur.

2. Alergi

Telur bisa menyebabkan reaksi alergi, termasuk anafilaksis yang parah. Jika Anda mengalami gejala seperti gatal-gatal, pembengkakan , ruam, eksim, gejala gastrointestinal, kesulitan bernapas, hidung meler, mata merah atau berair, hidung tersumbat, pusing, atau sesak dada, segera konsultasikan dengan dokter.

3. Penyakit Bawaan Makanan

Telur mentah atau setengah matang bisa membawa risiko infeksi salmonella yang menyebabkan gejala-gejala seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut. Bakteri ini umumnya menyebar ke telur melalui ayam dan unggas lainnya.

4. Meningkatkan Kolesterol

Telur mengandung kolesterol makanan yang bisa meningkatkan kolesterol darah pada sebagian orang. Satu telur besar diyakini mengandung 186 miligram kolesterol, yang sebagian besar ditemukan di kuning telur.

5. Meningkatkan Risiko Diabetes

Meskipun telur tergolong makanan bergizi yang mengandung beberapa vitamin, mineral, dan asam amino esensial, telur juga mengandung biotin yang penting untuk produksi insulin.

Konsumsi telur dalam jumlah sedang bisa membantu mengelola kadar gula darah, tetapi terlalu banyak mengonsumsinya bisa meningkatkan risiko diabetes.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....