Wajah Baru Museum Kesaktian Pancasila, Hidupkan Memori Sejarah Bangsa

  • 04 Okt 2026 15:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembaruan museum yang mencakup narasi sejarah, tata pamer, diorama digital, dan teknologi imersif untuk memperkuat fungsi edukasi.
  • Museum mempertahankan bangunan bersejarah, kendaraan klasik, serta barang pribadi para pahlawan revolusi melalui perawatan dan konservasi agar nilai autentiknya tetap terjaga.
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menekankan pentingnya museum dalam mengenalkan sejarah, menanamkan nilai Pancasila, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa.

MUSEUM Pengkhianatan PKI resmi memperlihatkan wajah barunya menjadi Museum Kesaktian Pancasila. Museum yang berlokasi diseberang Monumen Kesaktian Pancasila ini menjadi tempat edukasi sejarah dan nilai-nilai Pancasila bagi masyarakat.

Museum tersebut diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis 1 Oktober 2026. Peresmian ini juga diresmikan oleh dua kementerian sekaligus, yaitu Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) dan Kementerian Pertahanan (Kemhan).

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim pada hari ini hari Kamis 1 Oktober 2026 dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar. Saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan renovasi museum Kesaktian Pancasila," katanya saat menghadiri peresmian Museum Kesaktian Pancasila, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis 1 Oktober 2026.

Usai melakukan peresmian, Presiden Prabowo bersama Menteri Kebudayaan, Fadli Zon langsung meninjau ke dalam museum. Museum tersebut tampak berbeda dari sebelumnya dengan tata letak yang lebih baik sehingga dapat memberikan kenyamanan untuk para pengunjung.

Sebelumnya, Museum Kesaktian Pancasila di Jakarta menjalani proses renovasi yang cukup memakab waktu lama. Pembaruan dilakukan terhadap sejumlah bagian museum, mulai dari narasi dan alur cerita hingga tata pamer yang dilengkapi dengan teknologi digital.

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan bahwa renovasi dilakukan untuk memperkuat fungsi museum sebagai ruang pembelajaran sejarah. Selain pembaruan pada narasi, penyajian koleksi juga ditata dengan alur yang lebih lengkap dan diperkuat berbagai sentuhan teknologi.

Prasastasi peresmian Museum Kesaktian Pancasila oleh Presiden Prabowo Subianto, Kamis 1 Oktober 2026.l (Foto: RRI/Annisa Ramadhannia)

"Ini direnovasi, termasuk narasinya, kemudian storyline-nya, display-nya, kemudian ada sentuhan digital di dalamnya juga. Di dioramanya ada digitalnya dan ada immersive juga," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan pembaruan juga dilakukan terhadap urutan waktu dan konteks sejarah yang disajikan kepada pengunjung. Penyempurnaan tersebut turut melibatkan para sejarawan agar narasi yang disampaikan kepada publik lebih lengkap.

"Sebenarnya ada lebih banyak sentuhan-sentuhan digital dan juga narasinya yang lebih lengkap. Pada waktu itu memang belum lengkap, terutama secara sekuens, lini masanya itu belum terlalu lengkap, dan ini dilengkapi juga oleh para sejarawan," ucapnya.

Selain ruang pamer dan diorama, renovasi turut mencakup ruang relik yang menyimpan sejumlah benda terkait para Pahlawan Revolusi, seperti pakaian, jam tangan, serta memorabilia lainnya. Fadli berharap koleksi tersebut dapat membantu masyarakat memahami peristiwa sejarah melalui benda-benda yang menjadi bagian dari memori masa lalu.

Proses renovasi mulai dilakukan setelah peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun sebelumnya. Kini, setelah pembaruan selesai, ia memastikan museum telah dapat dikunjungi kembali oleh masyarakat.

Ia juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar museum-museum sejarah terus dirawat, dilindungi, dan direvitalisasi. Sehingga tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan ingatan bersama bangsa.

Inspektur Jenderal Kementerian Kebudayaan Fryda Lucyana, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha saat menghadiri menghadiri peresmian Museum Kesaktian Pancasila, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis 1 Oktober 2026 (Foto: RRI/Annisa Ramadhannia)

"Presiden tentu melihat museum-museum, termasuk museum-museum sejarah ini harus kita rawat, kita lindungi, kita revitalisasi, dan ini sedang berlangsung. Dan sedang berjalan juga, termasuk di daerah-daerah, agar museum bisa juga menjadi pusat edukasi, belajar, dan juga menjadi tempat untuk memori kolektif bangsa," katanya.

Melalui revitalisasi tersebut, Museum Kesaktian Pancasila diharapkan makin relevan bagi generasi muda. Ia secara khusus mengajak siswa, mahasiswa, maupun masyarakat umum untuk mengunjungi museum sebagai salah satu ruang untuk mempelajari perjalanan sejarah Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....