Wajah Baru Museum Kesaktian Pancasila, Hidupkan Memori Sejarah Bangsa

  • 04 Okt 2026 15:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembaruan museum yang mencakup narasi sejarah, tata pamer, diorama digital, dan teknologi imersif untuk memperkuat fungsi edukasi.
  • Museum mempertahankan bangunan bersejarah, kendaraan klasik, serta barang pribadi para pahlawan revolusi melalui perawatan dan konservasi agar nilai autentiknya tetap terjaga.
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menekankan pentingnya museum dalam mengenalkan sejarah, menanamkan nilai Pancasila, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa.
Museum Pengkhianatan PKI, Merawat Ingatan Sejarah di Monumen Pancasila Sakti

MUSEUM Pengkhianatan PKI resmi memperlihatkan wajah barunya menjadi Museum Kesaktian Pancasila. Museum yang berlokasi diseberang Monumen Kesaktian Pancasila ini menjadi tempat edukasi sejarah dan nilai-nilai Pancasila bagi masyarakat.

Museum tersebut diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis 1 Oktober 2026. Peresmian ini juga diresmikan oleh dua kementerian sekaligus, yaitu Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) dan Kementerian Pertahanan (Kemhan).

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim pada hari ini hari Kamis 1 Oktober 2026 dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar. Saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan renovasi museum Kesaktian Pancasila," katanya saat menghadiri peresmian Museum Kesaktian Pancasila, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis 1 Oktober 2026.

Usai melakukan peresmian, Presiden Prabowo bersama Menteri Kebudayaan, Fadli Zon langsung meninjau ke dalam museum. Museum tersebut tampak berbeda dari sebelumnya dengan tata letak yang lebih baik sehingga dapat memberikan kenyamanan untuk para pengunjung.

Sebelumnya, Museum Kesaktian Pancasila di Jakarta menjalani proses renovasi yang cukup memakab waktu lama. Pembaruan dilakukan terhadap sejumlah bagian museum, mulai dari narasi dan alur cerita hingga tata pamer yang dilengkapi dengan teknologi digital.

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan bahwa renovasi dilakukan untuk memperkuat fungsi museum sebagai ruang pembelajaran sejarah. Selain pembaruan pada narasi, penyajian koleksi juga ditata dengan alur yang lebih lengkap dan diperkuat berbagai sentuhan teknologi.

Prasastasi peresmian Museum Kesaktian Pancasila oleh Presiden Prabowo Subianto, Kamis 1 Oktober 2026.l (Foto: RRI/Annisa Ramadhannia)

"Ini direnovasi, termasuk narasinya, kemudian storyline-nya, display-nya, kemudian ada sentuhan digital di dalamnya juga. Di dioramanya ada digitalnya dan ada immersive juga," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan pembaruan juga dilakukan terhadap urutan waktu dan konteks sejarah yang disajikan kepada pengunjung. Penyempurnaan tersebut turut melibatkan para sejarawan agar narasi yang disampaikan kepada publik lebih lengkap.

"Sebenarnya ada lebih banyak sentuhan-sentuhan digital dan juga narasinya yang lebih lengkap. Pada waktu itu memang belum lengkap, terutama secara sekuens, lini masanya itu belum terlalu lengkap, dan ini dilengkapi juga oleh para sejarawan," ucapnya.

Selain ruang pamer dan diorama, renovasi turut mencakup ruang relik yang menyimpan sejumlah benda terkait para Pahlawan Revolusi, seperti pakaian, jam tangan, serta memorabilia lainnya. Fadli berharap koleksi tersebut dapat membantu masyarakat memahami peristiwa sejarah melalui benda-benda yang menjadi bagian dari memori masa lalu.

Proses renovasi mulai dilakukan setelah peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun sebelumnya. Kini, setelah pembaruan selesai, ia memastikan museum telah dapat dikunjungi kembali oleh masyarakat.

Ia juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar museum-museum sejarah terus dirawat, dilindungi, dan direvitalisasi. Sehingga tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan ingatan bersama bangsa.

Inspektur Jenderal Kementerian Kebudayaan Fryda Lucyana, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha saat menghadiri menghadiri peresmian Museum Kesaktian Pancasila, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis 1 Oktober 2026 (Foto: RRI/Annisa Ramadhannia)

"Presiden tentu melihat museum-museum, termasuk museum-museum sejarah ini harus kita rawat, kita lindungi, kita revitalisasi, dan ini sedang berlangsung. Dan sedang berjalan juga, termasuk di daerah-daerah, agar museum bisa juga menjadi pusat edukasi, belajar, dan juga menjadi tempat untuk memori kolektif bangsa," katanya.

Melalui revitalisasi tersebut, Museum Kesaktian Pancasila diharapkan makin relevan bagi generasi muda. Ia secara khusus mengajak siswa, mahasiswa, maupun masyarakat umum untuk mengunjungi museum sebagai salah satu ruang untuk mempelajari perjalanan sejarah Indonesia.

Dari Bangunan hingga Kendaraan, Merawat Memori Sejarah Bangsa

Museum Pengkhianatan PKI di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, menyimpan rekam jejak peristiwa Gerakan 30 September 1965. Museum ini menghadirkan berbagai diorama dan benda bersejarah yang menggambarkan peristiwa penculikan serta pembunuhan sejumlah perwira TNI Angkatan Darat.

Keberadaan museum tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kawasan wisata sejarah, tetapi juga ruang untuk mengenal perjalanan bangsa. Melalui koleksi yang ditampilkan, pengunjung diajak memahami peristiwa yang meninggalkan luka mendalam dalam sejarah Indonesia sekaligus mengenang jasa para Pahlawan Revolusi.

Museum Pengkhianatan PKI dibangun sebagai bagian dari Monumen Pancasila Sakti yang didirikan untuk memperingati perjuangan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), khususnya TNI Angkatan Darat, dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara. Kawasan ini menjadi pengingat atas peristiwa yang mengubah perjalanan politik dan kehidupan bangsa Indonesia pada 1965.

Menurut informasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Museum Pengkhianatan PKI menyajikan berbagai diorama yang menggambarkan peristiwa pemberontakan G30S/PKI. Diorama tersebut memperlihatkan rangkaian upaya PKI menggulingkan pemerintahan Indonesia yang terjadi di sejumlah daerah.

Penyajian sejarah melalui diorama memberikan gambaran visual mengenai peristiwa yang berlangsung pada masa itu. Pengunjung dapat melihat rekonstruksi kejadian dalam bentuk tiga dimensi yang dilengkapi suara pendukung untuk memperkuat suasana dan membantu memahami konteks peristiwa.

Museum ini memiliki 34 diorama yang menggambarkan berbagai peristiwa terkait G30S/PKI. Koleksi tersebut menjadi bagian penting dalam penyampaian informasi sejarah, terutama mengenai penculikan dan pembunuhan para perwira TNI Angkatan Darat.

Selain diorama, museum menyimpan sejumlah benda bersejarah yang berkaitan dengan tokoh dan peristiwa G30S/PKI. Beberapa di antaranya berupa pakaian yang digunakan Jenderal Ahmad Yani, mobil dinas miliknya, serta kendaraan yang digunakan dalam penculikan D.I. Pandjaitan.

Benda-benda tersebut memperlihatkan sisi lain dari peristiwa sejarah yang tidak hanya dapat dipahami melalui catatan tertulis. Keberadaan artefak asli juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenali peninggalan sejarah yang berkaitan langsung dengan para tokoh dalam peristiwa tersebut.

Museum Pengkhianatan PKI diresmikan Presiden Soeharto pada 1 Oktober 1992. Pembangunannya berawal dari prakarsa Kepala Pusat Sejarah dan Tradisi ABRI, Brigadir Jenderal TNI Prof. Dr. Nugroho Notosusanto, yang kemudian mendapat persetujuan Menteri Pertahanan dan Keamanan sekaligus Panglima ABRI Jenderal TNI M. Yusuf serta Presiden Soeharto.

Pendirian museum tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah saat itu untuk mendokumentasikan peristiwa G30S/PKI melalui penyajian koleksi sejarah. Sejak diresmikan, museum ini menjadi salah satu ruang edukasi yang memperkenalkan narasi sejarah peristiwa 1965 kepada masyarakat.

Peristiwa G30S pada 30 September 1965 menjadi salah satu babak penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Peristiwa tersebut diawali penculikan sejumlah petinggi TNI Angkatan Darat yang kemudian dibunuh, sementara jasad mereka ditemukan di sebuah sumur tua di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Peristiwa itu menimbulkan korban jiwa, terutama dari kalangan perwira TNI Angkatan Darat. Pemerintah Republik Indonesia kemudian memberikan gelar Pahlawan Revolusi sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan mereka.

Untuk mengenang para korban sekaligus menghormati perjuangan mereka, pemerintah membangun Monumen Pancasila Sakti yang juga dikenal sebagai Monumen Pahlawan Revolusi. Kawasan tersebut kemudian dilengkapi berbagai fasilitas sejarah, termasuk Museum Pengkhianatan PKI yang menjadi bagian penting dalam penyampaian informasi mengenai peristiwa G30S.

Keberadaan monumen dan museum dalam satu kawasan menghadirkan pengalaman pembelajaran sejarah yang saling melengkapi. Pengunjung tidak hanya menyaksikan diorama dan benda peninggalan, tetapi juga dapat mengenali lokasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Dalam konteks pendidikan, museum memiliki peran penting untuk memperkenalkan sejarah kepada generasi muda melalui pendekatan visual dan pengalaman langsung. Penyajian koleksi memungkinkan pengunjung memperoleh gambaran mengenai peristiwa masa lalu sekaligus memahami nilai-nilai kebangsaan yang berkembang setelahnya.

Museum Pengkhianatan PKI berlokasi di Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, DKI Jakarta. Kawasan ini dapat menjadi tujuan wisata sejarah bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat peristiwa G30S/PKI dan perjuangan para Pahlawan Revolusi.

Museum beroperasi setiap Selasa hingga Minggu, mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WIB. Melalui keberadaan museum tersebut, ingatan tentang peristiwa sejarah terus dihadirkan sebagai bagian dari pembelajaran bersama dalam memahami perjalanan bangsa Indonesia.

Revitalisasi Museum Pancasila Sakti Perkuat Edukasi Sejarah Generasi Muda

Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur, menyimpan sejumlah benda bersejarah yang sebagian telah mengalami penggantian material. Meski demikian, replika yang digunakan tetap mengacu pada bentuk dan bahan serupa untuk menjaga nilai autentik peninggalan tersebut.

Kawasan seluas 14,6 hektare di Jalan Monumen Pancasila Sakti menjadi ruang edukasi sejarah tentang peristiwa G30S bagi masyarakat. Koleksi yang tersimpan mencakup bangunan, kendaraan klasik, serta barang pribadi para jenderal sebagai bagian dari narasi sejarah bangsa.

Kepala Museum Pengkhianatan PKI, Letkol Caj (K) Winarsih, menjelaskan bahwa sejumlah bangunan telah menggunakan material pengganti karena faktor usia. Namun, beberapa bagian asli masih dipertahankan, termasuk ubin dan pilar yang menjadi saksi peristiwa bersejarah tersebut.

"Tidak semua benda masih orisinal, tetapi lemari dan mesin jahit di dalam bangunan masih asli hingga sekarang," ucapnya. Ia menjelaskan, beberapa bagian bangunan telah mengalami perubahan material, sedangkan ubin dan pilar tetap dipertahankan dalam kondisi aslinya.

Tiga bangunan utama yang menyimpan jejak peristiwa tersebut meliputi Pos Komando, Dapur Umum, serta rumah penyiksaan dan penyekapan. Pos Komando menjadi tempat pasukan G30S menjalankan operasi penculikan tujuh jenderal pada 1 Oktober 1965.

Dapur Umum dahulu berfungsi menyiapkan kebutuhan logistik pasukan, sementara rumah lainnya menjadi lokasi penyiksaan dan penyekapan para pahlawan revolusi. Perawatan bangunan dilakukan dengan mempertahankan karakter material lama agar pengunjung tetap dapat melihat gambaran kondisi pada masa itu.

"Kami tetap memelihara bangunan dengan material yang sesuai, termasuk genting dan dinding bambu anyaman yang masih autentik," ujarnya. Ia mengatakan, usia peninggalan yang telah mencapai puluhan tahun membuat perawatan harus dilakukan secara cermat dan berkelanjutan.

Selain bangunan, kawasan monumen juga menyimpan empat kendaraan klasik yang memiliki keterkaitan dengan peristiwa penculikan para jenderal. Salah satunya truk Dodge 500 produksi 1961 dengan nomor polisi B 2982 L yang kini telah digantikan replika.

Truk tersebut merupakan kendaraan jemputan PN Arta Yasa yang digunakan untuk mengangkut jenazah Brigjen TNI DI Panjaitan dari kediamannya. Sementara itu, tiga kendaraan lainnya masih orisinal, yakni mobil dinas Jenderal Ahmad Yani, Toyota Land Cruiser milik Mayjen Soeharto, dan panser Batalyon Kavaleri 3 Kodam VIII Brawijaya.

"Material kendaraan masih utuh karena kami melakukan perawatan setiap hari, termasuk memberikan oli untuk menjaga kondisinya," katanya. Meski demikian, Winarsih menyebut mesin kendaraan tersebut sudah tidak dapat dihidupkan meskipun bagian fisiknya masih terawat dengan baik.

Perhatian serupa juga diberikan terhadap barang pribadi tujuh pahlawan revolusi yang tersimpan di bagian utara monumen. Pakaian dinas hingga dompet disimpan dalam lemari kaca dengan bahan pengawet khusus untuk menjaga kondisi benda tetap terpelihara.

Ia menjelaskan, perawatan pakaian bersejarah membutuhkan koordinasi dengan Museum Tekstil agar proses pelestarian berjalan sesuai standar konservasi. Upaya tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab pengelola dalam menjaga warisan sejarah sekaligus menghadirkan pembelajaran bagi generasi mendatang.

Menbud Ajak Masyarakat Mengenal Sejarah Melalui Museum Kesaktian Pancasila

Sebelumnya, Kementerian Kebudayaan merevitalisasi kawasan Monumen Pancasila Sakti, Jakarta, untuk memperkuat fungsi museum sebagai ruang edukasi sejarah nasional. Pembaruan ini tidak hanya menyentuh fasilitas, tetapi juga menghadirkan materi sejarah yang disajikan agar mudah dipahami generasi muda.

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, meninjau langsung proses revitalisasi kawasan tersebut pada Rabu 1 Juli 2026. Dalam kunjungan itu, ia melihat Museum Pengkhianatan PKI, ruang relik Pahlawan Revolusi, serta diorama Museum Paseban yang sedang diperbarui.

"Melalui revitalisasi ini, kami ingin pengunjung lebih mudah dan nyaman melihat berbagai koleksi bersejarah yang tersimpan di dalam museum. Pembaruan fasilitas menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman kunjungan yang lebih baik bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, museum memiliki peran lebih luas daripada sekadar menyimpan benda peninggalan masa lalu dan berbagai artefak bersejarah. Menurutnya, museum juga menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan masyarakat dengan perjalanan bangsa sekaligus memperkuat pemahaman terhadap sejarah Indonesia.

Kawasan Monumen Pancasila Sakti menyimpan beragam koleksi penting yang menggambarkan perjalanan sejarah Indonesia setelah kemerdekaan. Koleksi tersebut mencakup diorama peristiwa 1948 dan 1965, pakaian asli Pahlawan Revolusi, foto dokumentasi, hingga kendaraan bersejarah.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, dan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri peresmian Museum Kesaktian Pancasila, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis 1 Oktober 2026 (Foto: Dokumentasi/Kementerian Kebudayaan)

"Pancasila merupakan pegangan sekaligus kekuatan yang mempersatukan bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan sepanjang perjalanan sejarah. Melalui museum ini, kita diingatkan agar pengkhianatan terhadap Pancasila tidak pernah terulang kembali," kata Fadli.

Selain koleksi, kawasan tersebut juga memiliki sejumlah bangunan yang berkaitan dengan peristiwa Gerakan 30 September 1965. Di antaranya Rumah Penyiksaan, Pos Komando, Dapur Umum, serta Sumur Tua Lubang Buaya yang menyimpan jejak sejarah penting bangsa.

Menurutnya, pelestarian kawasan bersejarah menjadi bagian penting dalam menjaga memori kolektif bangsa sekaligus merawat nilai-nilai Pancasila. Upaya tersebut juga bertujuan memastikan generasi mendatang tetap mengenal sejarah melalui peninggalan autentik yang terpelihara dengan baik.

"Revitalisasi ini kami lakukan tanpa mengurangi keaslian koleksi maupun karakter historis kawasan Monumen Pancasila Sakti yang memiliki nilai penting. Kami ingin museum tetap menjadi tempat pembelajaran sejarah sekaligus ruang untuk memahami perjalanan bangsa," ujar Menbud Fadli.

Kementerian Kebudayaan membenahi sejumlah bangunan dan fasilitas agar museum semakin representatif, nyaman, serta mampu menyesuaikan kebutuhan pengunjung. Pembaruan tersebut tetap mempertahankan nilai autentik koleksi dan karakter kawasan cagar budaya sebagai bagian dari warisan sejarah nasional.

Pemerintah berharap revitalisasi ini menjadikan Museum Pancasila Sakti sebagai ruang edukasi yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui pengalaman berkunjung, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran sejarah sekaligus memperkuat karakter kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Memaknai Pancasila sebagai Kekuatan Persatuan di Tengah Keberagaman

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, menyebut Museum Kesaktian Pancasila dapat menjadi ruang belajar sejarah bagi masyarakat luas. Ia mengatakan bahwa museum tersebut terbuka bagi masyarakat umum yang ingin memahami perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Ia menjelaskan, keberadaan museum penting untuk mengenalkan berbagai peristiwa sejarah kepada generasi muda melalui pengalaman belajar langsung. Menurutnya, kunjungan ke museum dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai perjalanan bangsa dan nilai-nilai Pancasila.

"Kita harapkan nanti masyarakat terutama para siswa, mahasiswa atau umum bisa berkunjung ke sini. Ini sebagai bagian yang penting dari sejarah panjang kita," ujarnya saat ditemui wartawan usai peresmian museum Kesaktian Pancasila, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis 1 Oktober 2026.

Ia menyebut museum tersebut menjadi bagian penting dari sejarah panjang Indonesia yang perlu terus dikenalkan kepada generasi penerus. Menurutnya, Museum Kesaktian Pancasila juga mengingatkan masyarakat mengenai Pancasila sebagai dasar negara dan filsafat bangsa Indonesia.

Nilai Pancasila, lanjutnya, menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman. "Terutama adalah mengingatkan bahwa kita ini sudah sepakat dengan Pancasila sebagai binding power kita," kata Fadli.

Ia menyebut museum tersebut menjadi bagian penting dari sejarah panjang Indonesia yang perlu terus dikenalkan kepada generasi penerus. Menurutnya, Museum Kesaktian Pancasila juga mengingatkan masyarakat mengenai Pancasila sebagai dasar negara dan filsafat bangsa Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri peresmian Museum Kesaktian Pancasila, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis 1 Oktober 2026 (Foto: Dokumentasi/Kementerian Kebudayaan)

Nilai Pancasila, lanjutnya, menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman. "Terutama adalah mengingatkan bahwa kita ini sudah sepakat dengan Pancasila sebagai binding power kita," kata Fadli.

Ia berharap keberadaan museum dapat membuat pembelajaran sejarah terasa lebih dekat dan mudah dipahami masyarakat. Ia menambahkan, pemerintah terus mendukung penguatan museum sebagai pusat edukasi dan ruang memori kolektif bangsa Indonesia.

Pengelolaan Museum Kesaktian Pancasila nantinya akan dikoordinasikan bersama TNI sebagai pihak yang menaungi kawasan tersebut. Dengan demikian museum tersebut dapat memberikan kenyamanan pada para pengunjung.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Sultan Bachtiar Najamudin mengatakan Pancasila harus menjadi napas kehidupan sehari-hari. Ia menyebut nilai Pancasila perlu hadir dalam berbagai bidang, termasuk demokrasi dan ekonomi.

Sultan mengatakan Pancasila memiliki peran dalam mempersatukan bangsa dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menilai pemaknaan Pancasila perlu dibawa sesuai dengan kondisi kekinian.

“Iya hari Kesaktian Pancasila, kan namanya juga sudah sakti ya, bahwa Pancasila yang justru mempersatukan kita, mempertahankan NKRI. Kalau kondisi terkini kita bawa dengan kondisi kekinian, saya memaknai bahwa Pancasila harus menjadi napas, napas kehidupan keseharian kita,” ujar Sultan usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis 1 Oktober 2026.

Sultan menyebut Pancasila sebagai sumber dari segala sumber. Ia menegaskan nilai tersebut perlu menjadi bagian dari berbagai bidang kehidupan.

Sultan menilai Indonesia telah melewati berbagai peristiwa yang menguji ketahanan bangsa. Ia menggambarkan Indonesia sebagai negara yang memiliki keberagaman dari Sabang sampai Merauke.

“Iya kita sudah diuji dengan begitu banyak ya peristiwa. Negara yang mungkin paling unik, paling diverse, negara yang paling beranekaragam dari Sabang sampai Merauke,” kata Sultan.

Sultan mengatakan keberagaman tersebut menjadi bagian dari kondisi Indonesia yang tetap bertahan setelah menghadapi berbagai peristiwa. Ia meyakini Indonesia akan menjadi negara yang disegani dan kuat secara ekonomi.

“Bahkan ya kita yakin semua bahwa hanya menunggu waktu, menunggu momentum kita akan menjadi negara yang sangat disegani. Menjadi negara yang kuat secara ekonomi,” ucap Sultan.

Sultan kemudian menggambarkan kondisi geopolitik global yang dinamis. Ia menyebut Indonesia tetap bersatu di tengah kondisi dunia yang berubah-ubah.

“Bayangkan di tengah-tengah dunia atau kondisi geopolitik global yang up and down, kadang-kadang volatile betul, tapi kita gagah. Kita bersatu, bahkan kita hanya menunggu waktu akan menjadi negara maju,” ujar Sultan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....