Kasus Keracunan MBG Berulang, Alarm Evaluasi Tata Kelola Program
- 15 Sep 2026 13:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mendesak pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditingkatkan untuk mencegah kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis.
- Pengawasan ketat diperlukan untuk memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku.
- Tujuan penguatan pengawasan adalah untuk menghindari korban dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap program kesehatan nasional.
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengunjungi anak-anak yang menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Ia mengunjungi anak-anak yang sedang mendapat perawatan di Rumah Sakit (RS) Efarina Etaham dan Rumah Sakit Umum Amanda Berastagi, Jumat 11 September 2026.
Kehadiran Wapres menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi kesehatan anak sekaligus memastikan proses pemulihan mereka berjalan cepat dan optimal. Bagi Wapres, kesehatan anak merupakan hal penting agar mereka dapat kembali menjalani aktivitas, menuntut ilmu, dan mengejar cita-cita.
"Saya hadir di sini, kemarin saya dari Kalimantan baru mendarat tengah malam, karena saya sangat menyadari kesehatan anak-anak sangat penting. Dan saya akan berusaha semaksimal mungkin agar penanganan anak-anak bisa maksimal sehingga anak-anak bisa kembali pulih," kata Wapres.
Lebih lanjut, Wapres menyampaikan bahwa sebagai salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, program MBG terus dievaluasi dan disempurnakan. Hal ini agar pelaksanaannya semakin baik dan sesuai harapan masyarakat.
“Hal ini sedang dievaluasi oleh Kepala BGN (Badan Gizi Nasional).Tetapi semua keluhan serta masukan Bapak Ibu akan saya sampaikan kepada pimpinan tertinggi untuk mendapat tindak lanjut,” ujar Wapres.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....