Abu Anak Krakatau dan Efek Domino di Langit Indonesia
- 08 Sep 2026 15:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Soekarno-Hatta kembali beroperasi setelah penutupan sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Keselamatan penerbangan menjadi prioritas, dengan pemeriksaan runway, pesawat, serta pemantauan pergerakan abu vulkanik.
- Gangguan penerbangan berdampak luas, mulai dari ribuan penerbangan dan penumpang hingga arus logistik melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Penutupan Bandara Soekarno-Hatta kemudian memberikan dampak langsung terhadap aktivitas penerbangan nasional. Sebagai salah satu simpul utama penerbangan Indonesia, gangguan operasional di Soetta turut memengaruhi perjalanan ribuan penumpang.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mencatat dampak tersebut dalam tiga hari terakhir. Sebanyak 2.961 penerbangan terdampak, terdiri atas penerbangan domestik dan internasional.
“Dicatat per hari ini, selama 3 hari terakhir ada 2.961 penerbangan yang terdampak, di antaranya adalah 2.339 penerbangan domestik. Dan, 622 penerbangan internasional,” kata Ketum DPP Partai Demokrat itu saat berkunjung ke Terminal I Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Senin 7 Setember 2026.
Gangguan penerbangan tersebut juga berimbas kepada sekitar 341 ribu penumpang. Sebagian penumpang memilih bertahan di bandara, sementara lainnya membatalkan perjalanan karena kondisi penerbangan belum kembali normal.
“Ini semua sejak hari pertama, sudah dikawal langsung oleh Menteri Perhubungan (Dudy Purwagandhi dan jajarannya. Termasuk juga para operator penerbangan, para maskapai, airlines dan para operator bandara,” ucap AHY.
Sebelumnya, delapan bandara sempat ditutup akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Selain Soekarno-Hatta, bandara yang terdampak mencakup Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Budiarto, Pondok Cabe, Husein Sastranegara, Taufik Kiemas, dan Atung Bungsu.
Dari delapan bandara tersebut, Atung Bungsu menjadi bandara pertama yang kembali dibuka. Sementara itu, Soekarno-Hatta masih termasuk bandara yang operasionalnya ditutup sementara pada saat kondisi abu vulkanik masih dipantau.
“Artinya yang hari ini masih ditutup sementara yaitu Soekarno-Hatta dan Halim untuk Jakarta. Lalu di Sumatra Selatan, di Lampung itu ada Radin Inten. Kemudian Bandara Taufik Kemas, lalu di Bandung adalah Husein Sastranegara,” ujar AHY.
Bagi penumpang, gangguan tersebut tidak hanya berarti perubahan jadwal perjalanan. Pembatalan penerbangan juga berkaitan dengan kepastian pengembalian biaya tiket serta layanan lanjutan yang harus disiapkan maskapai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....