Abu Anak Krakatau dan Efek Domino di Langit Indonesia

  • 08 Sep 2026 15:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Soekarno-Hatta kembali beroperasi setelah penutupan sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • Keselamatan penerbangan menjadi prioritas, dengan pemeriksaan runway, pesawat, serta pemantauan pergerakan abu vulkanik.
  • Gangguan penerbangan berdampak luas, mulai dari ribuan penerbangan dan penumpang hingga arus logistik melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Penutupan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keselamatan penerbangan. Pemerintah mengambil keputusan berdasarkan informasi mengenai pergerakan abu dan kondisi atmosfer di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Pada Minggu malam, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi yang menghasilkan sebaran abu vulkanik. Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian karena arah pergerakan abu dapat berubah mengikuti dinamika angin.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengatakan penutupan delapan bandara diperpanjang hingga Senin 7 September 2026 pukul 18.00 WIB. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah menerima data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

“Dengan data yang kami miliki, diperoleh dari BMKG, kami memutuskan untuk delapan bandara yang kemarin ditutup, masih tetap kami tutup hingga pukul 18.00 sore nanti. Namun demikian, kami terus memantau informasi yang kami peroleh dari BMKG,” ujar Menhub Dudy konferensi pers di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin 7 September 2026.

Salah satu persoalan yang dihadapi adalah perbedaan arah angin pada sejumlah lapisan atmosfer. Kondisi tersebut membuat abu vulkanik dapat bertahan di sekitar wilayah bandara yang berada dekat dengan Gunung Anak Krakatau.

“Pada beberapa layer terjadi perbedaan arah angin, sehingga membuat debu itu masih bertahan di sekitar lokasi bandara-bandara yang dekat dengan Gunung Anak Krakatau. Dari informasi tersebut, maka kami memutuskan bahwa terhadap kedelapan bandara itu kami masih tetap menutup operasionalnya,” katanya

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembukaan kembali bandara tidak dapat hanya didasarkan pada kondisi sesaat. Pemerintah perlu memastikan pergerakan abu telah cukup aman sebelum aktivitas penerbangan kembali dilanjutkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....