Transformasi Hijau Jadi Kunci Daya Saing IKM di Pasar Global

  • 26 Jul 2026 13:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Transformasi hijau menjadi kebutuhan strategis bagi IKM untuk mempertahankan daya saing di pasar global menurut Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita.
  • Standar keberlanjutan internasional mengubah cara pelaku usaha membangun daya saing produk mereka di pasar global.
  • Proses produksi yang ramah lingkungan kini menjadi faktor penentu utama penerimaan produk di pasar global, menggantikan fokus sebelumnya pada kualitas dan efisiensi biaya.

Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) IKMA Kementerian Perindustrian Yedi Sabaryadi menjelaskan Program Pemberdayaan IKM Hijau dirancang mempersiapkan pelaku IKM menjalankan transformasi menuju industri hijau. Program tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas, penyesuaian budaya kerja, dan penerapan praktik usaha berkelanjutan.

"Program Pemberdayaan IKM Hijau dirancang untuk mempersiapkan industri kecil dan menengah bertransformasi menjadi IKM Hijau. Transformasi dilakukan melalui peningkatan kapasitas, penyesuaian budaya kerja, serta penerapan praktik aktivitas usaha yang berkelanjutan," ujar Yedi dalam Peluncuran Program Pemberdayaan IKM Hijau di Jakarta, Kamis 23 Juli 2026.

Menurut Yedi, penyusunan program tersebut tidak terlepas dari amanat regulasi yang mewajibkan sektor industri menerapkan prinsip industri hijau. Arah kebijakan itu juga diselaraskan dengan agenda pembangunan nasional dan penguatan ekonomi berkelanjutan.

"Program Pemberdayaan IKM Hijau merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, khususnya tentang industri hijau. Selain itu, juga amanat arah pembangunan nasional dalam buku putih Pemberdayaan UMKM Hijau Bappenas," kata Yedi.

Yedi mengungkapkan pemerintah lebih dahulu melakukan pendalaman bersama pelaku IKM dan berbagai pemangku kepentingan. Hasil pembahasan tersebut menunjukkan pelaku usaha membutuhkan panduan yang aplikatif untuk menerjemahkan dan menerapkan aktivitas hijau.

"Kami telah melakukan pendalaman dengan sejumlah IKM dan stakeholder di bidang ekonomi hijau secara garis besarnya bahwa. IKM membutuhkan panduan aplikatif dalam menerjemahkan dan menerapkan aktivitas hijau yang memiliki keterkaitan dengan taksonomi keuangan berkelanjutan Indonesia," ucap Yedi.

Temuan tersebut menjadi dasar penyusunan pedoman yang dapat digunakan langsung oleh pelaku IKM. Pedoman itu juga menekankan perlunya adaptasi bertahap pada aspek teknis, manajemen, serta dokumentasi penerapan aktivitas hijau.

"Untuk menjalankan aktivitas hijau tersebut, IKM perlu secara bertahap melakukan adaptasi dalam hal teknis maupun manajemen. Pentingnya bukti implementasi aktivitas hijau terdokumentasi sebagai dasar asesmen berkelanjutan menjalankan kemitraan IKM dengan sektor ekonomi lainnya," ujar Yedi.

Yedi menilai transformasi hijau memerlukan dukungan teknologi agar penerapannya dapat diukur secara lebih terarah. Penggunaan teknologi digital dibutuhkan untuk mendukung pengukuran, pencatatan, dan pelaporan implementasi aktivitas hijau.

"Penguatan kapasitas pada aspek kepemimpinan, manajemen, dan teknis produksi memerlukan dukungan teknologi digital. Teknologi digital digunakan untuk melaksanakan pengukuran, pencatatan, dan pelaporan implementasi aktivitas hijau," kata Yedi.

Lebih lanjut, Yedi menjelaskan penyusunan program dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga, akademisi, hingga praktisi industri. Keterlibatan berbagai pihak tersebut ditujukan untuk memperkuat penyusunan aktivitas IKM Hijau dan Program Pemberdayaan IKM Hijau.

"Dalam penyusunan aktivitas IKM Hijau dan program Pemberdayaan IKM Hijau, kami melibatkan pembahasan dan sinergi berbagai pihak. Kami melibatkan juga para akademisi, peneliti, praktisi industri, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki kompetensi dan pengalaman," ucap Yedi.

Yedi menyebut kolaborasi tersebut menghasilkan 29 aktivitas hijau yang merepresentasikan praktik nyata penerapan industri hijau pada IKM. Program Pemberdayaan IKM Hijau juga dirancang untuk memandu pelaku usaha menjalankan transformasi secara adaptif dan bertahap.

"Melalui pembahasan tersebut, terdapat 29 aktivitas hijau dan program Pemberdayaan IKM Hijau yang mempresentasikan praktik penerapan industri hijau. Serta program untuk memandu IKM secara adaptif dan bertahap," ujar Yedi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....