Keketuaan D-8 Indonesia dan Ambisi Tingkatkan Kepopuleran Produk Halal Global
- 12 Jul 2026 18:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mengemban tugas sebagai Ketua Developing 8 (D-8) pada 2026 – 2027, Indonesia menjadikan promosi produk halal sebagai salah satu prioritas.
- Terutama melalui pelaksanaan Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 yang berlangsung pada 8 – 12 Juli di Senayan Tennis Indoor Stadium, Jakarta.
- HEI 2026 mengusung tema “Strengthening D-8 Halal Economy Through International Collaboration”.
Perusahaan makanan asal Bangladesh, Pran RFL Group, mempercepat ekspansinya ke pasar Indonesia engan membawa puluhan produk. Yakni yang telah mengantongi izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta sertifikasi halal.
Sub Assistant Brand Manager Marketing Anika Tabassum Nisha, mengatakan sekitar 50 produk perusahaan telah memperoleh persetujuan BPOM Indonesia sejak 2 – 3 tahun lalu. Meski demikian, pemasaran produk masih dilakukan secara bertahap karena perusahaan masih membangun kesiapan operasional di dalam negeri.
"Kurang lebih sudah dua atau tiga tahun, saat ini perusahaan kami telah memiliki operasi dalam skala kecil di Batam, sembari menyiapkan perluasan distribusi ke pasar Indonesia. Insyaallah dalam waktu dekat kami akan mulai mengekspor seluruh produk tersebut," ujar Anika saat ditemui di sela pameran D-8 Halal Expo Indonesia, Rabu 8 Juli 2026 di Senayan Tennis Indoor Stadium, Jakarta.
Selain perizinan BPOM, Anika mengatakan seluruh produk Pran RFL Group telah mengantongi sertifikasi halal. Sebagian besar sertifikasi berasal dari Bangladesh, sementara sejumlah produk juga telah memperoleh sertifikat halal Indonesia.
"Semua produk dari merek kami sudah bersertifikat halal. Kami berasal dari negara mayoritas Muslim sehingga seluruh produk harus memenuhi regulasi halal di negara kami," ucapnya menambahkan.
Ia mengungkapkan, perusahaan juga telah mengajukan sertifikasi halal Indonesia untuk produk-produk lainnya yang masih dalam proses. Meski tidak terlibat langsung dalam pengurusan perizinan, Anika mengakui terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi agar produk pangan impor dapat dipasarkan di Indonesia.
Dalam pameran D-8 Halal Expo, perusahaan membawa berbagai produk makanan, mulai dari wafer, biskuit, mi instan, permen, cokelat, hingga makanan ringan berbahan kentang. Namun, Anika mengatakan perusahaan masih berada pada tahap awal memasuki pasar Indonesia dan saat ini fokus mencari gudang penyimpanan serta mitra distribusi untuk memperluas jangkauan penjualan.
Menurut Anika, keikutsertaan Pran RFL Group dalam D-8 Halal Expo juga dimanfaatkan untuk menjaring calon pembeli dan mitra bisnis. Sejauh ini, respons yang diterima dinilai cukup positif.
"Kami sedang mencari buyer atau mitra bisnis, sejauh ini cukup baik. Bukan hanya pengunjung dari Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara lain datang ke stan kami untuk bertanya mengenai produk-produk kami,” ujarnya.

Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....