Keketuaan D-8 Indonesia dan Ambisi Tingkatkan Kepopuleran Produk Halal Global
- 12 Jul 2026 18:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mengemban tugas sebagai Ketua Developing 8 (D-8) pada 2026 – 2027, Indonesia menjadikan promosi produk halal sebagai salah satu prioritas.
- Terutama melalui pelaksanaan Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 yang berlangsung pada 8 – 12 Juli di Senayan Tennis Indoor Stadium, Jakarta.
- HEI 2026 mengusung tema “Strengthening D-8 Halal Economy Through International Collaboration”.
Ketua D-8 2026, Indonesia, belum memutuskan untuk penjadwalan ulang penyelenggaraan KTT D-8 ke-12. KTT D-8 ke-12 di bawah Keketuaan Indonesia sebelumnya direncanakan akan berlangsung pada 15 April 2026 di Jakarta.
Keketuaan Indonesia di organisasi kerja sama ekonomi, D-8 dimulai pada 1 Januari 2026. Keketuaan Indonesia ini memfokuskan pada penguatan solidaritas dan kerja sama di Global South (Selatan Global).
Meski, masih menunda penyelenggaraan KTT, namun Indonesia sukses menggelar D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 pada 8 – 12 Juli 2026 di Senayan Tennis Indoor Stadium, Jakarta. D8 HEI diikuti oleh 9 negara anggota serta sejumlah negara non anggota, yang mempromosikan berbagai produk halal.
HEI 2026 juga disebut sebagai salah satu upaya negara-negara D-8 mempercepat kerja sama ekonomi halal. Penyelenggaraan di bawah keketuaan Indonesia pada 2026-2027, sekaligus mendukung target peningkatan nilai perdagangan intraanggota hingga USD500 miliar pada 2030.
Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta mengatakan Indonesia menjadikan pengembangan industri dan ekonomi halal sebagai salah satu prioritas selama memimpin D-8. Menurut dia, kerja sama ekonomi antarnegara anggota terus diperkuat melalui berbagai instrumen untuk meningkatkan volume perdagangan.
"Dari tahun 2020, negara-negara D-8 telah menetapkan target perdagangan sebesar setengah triliun dollar AS pada 2030. Karena itu berbagai instrumen terus dilakukan untuk meningkatkan volume perdagangan dan membangun hubungan ekonomi yang lebih saling melengkapi di antara negara-negara anggota," ujar Wamenlu Anis saat menghadiri pembukaan HEI 2026, Rabu 8 Juli 2026, di Senayan Tennis Indoor Stadium, Jakarta.
Wamenlu RI menjelaskan D-8 yang kini beranggotakan sembilan negara setelah bergabungnya Azerbaijan memiliki potensi ekonomi yang besar. Total populasi negara-negara anggota mencapai sekitar 1,3 miliar jiwa.
“Sekarang total penduduk dari 9 negara ini sekitar 1,3 miliar, dengan total GDP secara kombinasi USD5,1 triliun dolar. Angka perdagangan di intra 9 negara ini sekarang sudah mencapai USD150 miliar atau USD160 miliar dolar,” katanya memaparkan.
Menurut Anis, kekuatan D-8 juga ditopang bonus demografi, hampir 30 persen dari total populasi negara anggota berusia 15 hingga 29 tahun. Selain ekonomi halal, Indonesia juga mendorong kerja sama di bidang pemberdayaan generasi muda dan penanganan bencana sebagai prioritas selama masa keketuaannya.
Sekretaris Jenderal D-8 Sohail Mahmood menilai pencapaian target perdagangan tersebut membutuhkan langkah konkret. Terutama melalui penguatan ekosistem ekonomi halal lintas negara dan mengusulkan pembentukan koridor perdagangan halal D-8 yang terintegrasi.
"Kita perlu membentuk koridor perdagangan halal D-8 yang terintegrasi, yang didukung harmonisasi dan saling pengakuan standar sertifikasi halal, sertifikasi digital. Kemudian, kerja sama kepabeanan, koridor logistik halal, serta penyederhanaan prosedur perdagangan," kata Sohail dalam video sambutan.
Secara khusus, Sohail menekankan pentingnya investasi bersama pada sektor-sektor masa depan seperti riset dan inovasi, kawasan industri halal, teknologi pangan, bioteknologi. Kemudian, farmasi, kecerdasan buatan (AI), blockchain, logistik halal berkelanjutan, hingga pengembangan sumber daya manusia melalui kemitraan perguruan tinggi.

Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....