B50 Solar dan Eksistensi Kelapa Sawit
- 10 Jul 2026 17:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatory biodiesel B50.
- Ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk kepentingan rakyatnya sendiri, ini adalah tonggak yang sangat penting dalam perjalanan menuju kemandirian energi
- Minyak sawit harus dilakukan tata kelola alokasi penggunaannya dengan sejumlah sektor bidang lainnya. Sebab jika pemanfaatan hanya difokuskan untuk B50, akan memberikan dampak pada sektor bidang lain yang menggunakan sawit.
Meski memiliki sejumlah keunggulan dalam penerapan mandatoru B50, namun terdapat pula hal-hal yang harus diperhatikan pemerintah. Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP), Bisman Bhaktiar, mencontohkannya, yakni terhadap alokasi penggunaan minyak sawit.
Meski penggunaan sawit untuk B50 mendorong kemandirian energi nasional, namun sawit dikatakannya, tidak hanya diperuntukan untuk sektor energi. Bisman mengatakan, bahwa minyak sawit juga dipergunakan untuk sejumlah bahan baku dalam berbagai sektor lainnya.
Untuk itu ia menyatakan bahwa minyak sawit harus dilakukan tata kelola alokasi penggunaannya dengan sejumlah sektor bidang lainnya. Sebab jika pemanfaatan hanya difokuskan untuk B50, menurutnya akan memberikan dampak pada sektor bidang lain yang menggunakan sawit.

"Digunakan untuk food, minyak goreng, dan lain sebagainya, digunakan untuk oleokimia atau industri berbasis sawit. Oleh karena itu harus dibagi, keseimbangan pemanfaatan sawit menjadi penting, agar jangan sampai pakai BBM tahu-tahu untuk minyak goreng langka, itu juga menjadi bahaya," kata Bisman.
Selain itu, ia juga menuturkan penerapan B50 juga harus memperhatikan pasokan jangka panjang, tanpa ekstensifikasi lahan sawit. Bisman berharap pemanfaatan sawit untuk B50, dapat dilakukan dengan mengoptimalkan teknologi untuk perkebunan sawit.
"Jauh lebih bagus kalau peningkatan produksi sawit itu digunakan dengan peningkatan teknologi pertanian, yang lahannya sama tetapi produksinya bisa berlipat. Jadi, harus ditahan ekstensifikasi penggunaan lahan sawit itu, jangan terlalu masif, nanti akan juga tidak baik bagi lingkungannya," imbuh Bisman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....