Piala Dunia 2026 Tak Sekedar Menghibur, tapi juga Gerakkan UMKM

  • 02 Jul 2026 02:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penyelenggaraan nonton bareng Piala Dunia 2026 menjadi penggerak ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas UMKM, dukungan pemerintah, dan kolaborasi berbagai pihak
  • Antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia meningkatkan omzet pelaku usaha, mulai dari pedagang kuliner, penjual jersey, hingga pelaku ekonomi kreatif di berbagai daerah
  • Pemerintah, TVRI, DPR, pemerintah daerah, dan sektor swasta melihat momentum Piala Dunia sebagai peluang memperkuat ekonomi rakyat melalui kolaborasi yang berkelanjutan

Sebagai pemegang hak siar free to air Piala Dunia 2026, TVRI menyiapkan penyelenggaraan nobar di berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat menikmati pertandingan secara bersama-sama.

Direktur Utama TVRI, Tubagus Fiki Chikara Satari, mengatakan TVRI tidak hanya berfokus menghadirkan siaran berkualitas bagi masyarakat. TVRI juga menyiapkan sistem pemantauan untuk mengukur dampak ekonomi selama penyelenggaraan Piala Dunia.

“Tentunya ini sangat menggembirakan dan membuat kami lebih optimis karena TVRI tidak hanya menyiarkan Piala Dunia. Tapi juga ingin menghadirkan ruang kebersamaan masyarakat yang dapat menggerakkan ekonomi lokal,” kata Fiki usai audiensi di Mabes Polri Jakarta, Rabu 10 Juni 2026.

Dukungan juga datang dari kalangan media melalui berbagai bentuk kolaborasi. CEO Bisnis Indonesia Group, Arif Budisusilo, menilai Piala Dunia menjadi momentum yang mampu menyatukan masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi.

“Kerja sama ini diharapkan mampu menghadapi tantangan disrupsi media. Sekaligus menghidupkan kembali gairah ekonomi di tingkat akar rumput,” kata Arif.

Dengan semakin banyaknya titik nobar diselenggarakan, semakin besar pula potensi perputaran ekonomi masyarakat. Kehadiran ribuan penonton membuka peluang usaha bagi pedagang makanan, minuman, hingga penjual berbagai atribut sepak bola.

Manfaat ekonomi tersebut mulai terlihat tidak hanya di lokasi penyelenggaraan nobar. Para pedagang jersey di pusat perdagangan juga mulai merasakan peningkatan permintaan sejak Piala Dunia bergulir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....