Piala Dunia 2026 Tak Sekedar Menghibur, tapi juga Gerakkan UMKM

  • 02 Jul 2026 02:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penyelenggaraan nonton bareng Piala Dunia 2026 menjadi penggerak ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas UMKM, dukungan pemerintah, dan kolaborasi berbagai pihak
  • Antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia meningkatkan omzet pelaku usaha, mulai dari pedagang kuliner, penjual jersey, hingga pelaku ekonomi kreatif di berbagai daerah
  • Pemerintah, TVRI, DPR, pemerintah daerah, dan sektor swasta melihat momentum Piala Dunia sebagai peluang memperkuat ekonomi rakyat melalui kolaborasi yang berkelanjutan

Pemerintah melihat Piala Dunia 2026 sebagai momentum untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Kegiatan nobar dinilai mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga tingkat daerah.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menerbitkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh kepala daerah mengenai penyelenggaraan nobar. Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui UMKM.

Melalui surat bernomor 400.2.7/4657/SJ tersebut, Mendagri mengimbau seluruh gubernur, bupati, dan wali kota mendukung penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026. Ia juga meminta kepala daerah menyiapkan lokasi-lokasi strategis serta ruang publik sebagai tempat pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Saya sudah membuat surat edaran untuk menjadi landasan rekan-rekan kepala daerah untuk membuat kebijakan, membuat turunannya. Seperti edaran kepada camat, kepala desa untuk membuat nonton bareng, ini lumayan dari tanggal 11 Juni sampai 19 Juli," ujar Tito di Kangtor Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Senin 15 Juni 2026.

Ia mengatakan kehadiran masyarakat di lokasi tersebut diharapkan memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan. Selain itu, Tito juga mengimbau Pemda untuk melakukan publikasi dan sosialisasi agar kegiatan nobar dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

"Ini momentum juga yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, membuat sistem ekonomi jadi bergerak. Kalau ada nobar otomatis masyarakat kumpul, di situ ada dorongan untuk UMKM bergerak," katanya.

Pandangan serupa disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Menurutnya, kegiatan nobar tidak hanya memperkuat kebersamaan masyarakat, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi.

Ia menilai pemerintah daerah perlu mengoptimalkan potensi ekonomi yang muncul selama turnamen berlangsung. Bima mengatakan UMKM menjadi kelompok yang paling berpeluang memperoleh manfaat langsung dari meningkatnya aktivitas masyarakat.

“Inikan bukan saja kemudian menyatukan anak-anak muda dalam satu forum-forum yang santai, tetapi juga menggairahkan perekonomian, targetnya ke sana,” ujarnya.

Wammendagri ini juga mengungkapkan, kebijakan tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai pemerintah daerah. Sejumlah daerah mulai menyiapkan lokasi nobar yang melibatkan pelaku usaha lokal sebagai bagian kegiatan.

Antusiasme daerah menyambut kebijakan tersebut kemudian direspons berbagai lembaga. Salah satunya melalui penyelenggaraan nobar berskala nasional yang melibatkan Televisi Republik Indonesia (TVRI) sebagai pemegang hak siar.

Momentum tersebut membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk menyaksikan pertandingan bersama. Semakin banyak titik nobar diselenggarakan, semakin luas pula peluang ekonomi yang tercipta.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....