Menanti Pembenahan Latihan Dasar Militer Calon Manajer Kopdes

  • 28 Jun 2026 08:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lima orang peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan dan Kampung Nelayan Merah Putih meninggal karena sakit
  • Kementerian Pertahanan menegaskan latsarmil bukan meningkatkan kemampuan perang melainkan menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang nasionalisme
  • Pemerintah akan melakukan evaluasi Latihan Dasar Militer usai lima orang peserta meninggal
  • Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin meminta pendekatan militer untuk pelatihan manajemen calon manajer agar segera dihentikan

LIMA orang peserta Latihan Bela Negara dan Manajerial (Latsarmil) meninggal dunia. Mereka adalah calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan merupakan salah satu program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto. Keberadaan kopdes dan kampung nelayan untuk memperkuat ekonomi di pedesaan.

Adapun kelima peserta tersebut adalah Yonanda Muhammad Taufiq dari Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja; Anisa Muyassaroh, Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan. Selanjutnya Novia Rahmadhani Sihotang, Satdik Pusbahasa Kodiklatau; Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, Satdik Yon PARAKO 465; dan Nola Dya Sari, Satdik C Kalimantan.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan tidak ada unsur kelalaian atas meninggalnya peserta latihan dasar militer. Dudung menyebut peserta yang meninggal dunia terkait faktor kesehatan karena tidak ada latihan yang berat selama pelaksanaan latsarmil.

“Berdasarkan informasi yang saya terima, belum ditemukan adanya unsur kelalaian, pelatihan seperti SPPI pada dasarnya tidak terlalu keras. Sebelum pelaksanaan, dilakukan tes kesehatan cuma di dalam proses secara mental dan fisik tidak kuat atau lebih ke faktor lain,” kata Dudung dalam keterangan pers di kantornya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat 26 Juni 2026.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyampaikan keterangan pers di kantornya Jakarta, Jumat 26 Juni 2026. Dudung menyampaikan belangsungkawa atas meninggalnya lima peserta latsarmil (Foto: RRI/Sugandi)

Dudung mengatakan kegiatan latsarmil pada dasarnya tidak hanya diperuntukkan untuk calon manajer kopdes dan kampung nelayan. Sebelumnya para menteri, kepala daerah, dan calon pimpinan BUMN mengikuti pelatihan dasar militer.

Ia berharap agar kegiatan latsarmil tetap dilanjutkan karena memiliki tujuan yang baik. Latihan dasar militer untuk meningkatkan kedisiplinan, loyalitas, kerja sama dan jiwa korsa.

“Semoga tetap bisa dilanjutkan. Apapun pelatihan harus sesuai dengan prosedur, faktor keselamatan harus diutamakan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....