Piala Dunia 2026: Turnamen Terbesar dalam Sejarah Sepak Bola Dunia

  • 14 Jun 2026 15:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama yang digelar di tiga negara sekaligus (Amerika Serikat, Kanada, Meksiko) dan berlangsung di 16 kota dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
  • Jumlah peserta bertambah secara signifikan dari 32 menjadi 48 negara, yang mengubah format kompetisi menjadi 12 grup serta menambah total pertandingan menjadi 104 laga.
  • Turnamen ini menghadirkan teknologi bola terhubung pada bola resmi bernama 'TRIONDA', sistem offside semi-otomatis, penggunaan tiga maskot resmi sekaligus, serta album musik resmi terbesar dalam sejarah FIFA.

Perkembangan teknologi kembali menjadi salah satu sorotan pada Piala Dunia 2026. Seiring meningkatnya kebutuhan akan akurasi, FIFA menghadirkan inovasi untuk membantu perangkat pertandingan menjalankan tugasnya secara lebih cepat dan tepat.

Salah satu teknologi yang dipastikan hadir adalah Connected Ball Technology atau teknologi bola terhubung. FIFA menjelaskan teknologi ini memungkinkan bola pertandingan mengirimkan data secara real-time melalui sensor khusus yang tertanam di dalam bola. Data tersebut kemudian digunakan untuk membantu sistem Video Assistant Referee (VAR) dalam menganalisis berbagai situasi selama pertandingan.

Bola resmi Piala Dunia 2026 bernama TRIONDA juga telah dibekali sensor gerak berkecepatan tinggi. FIFA menyebut sensor tersebut mampu mengirimkan data pergerakan bola hingga 500 kali per detik.

Teknologi tersebut memiliki peran penting dalam membantu pengambilan keputusan offside. Melalui data yang dikirim langsung dari bola, sistem dapat menentukan secara lebih akurat kapan bola dimainkan oleh seorang pemain.

Selain sensor pada bola, FIFA juga akan menggunakan teknologi Advanced Semi-Automated Offside Technology (SAOT). Sistem ini menggabungkan data dari bola, kamera pelacak pemain, serta kecerdasan buatan untuk membantu mendeteksi situasi offside secara lebih cepat dibandingkan metode sebelumnya.

Menurut FIFA, teknologi tersebut menggunakan 16 kamera khusus yang dipasang di stadion untuk melacak pergerakan pemain dan bola. Sistem akan mengumpulkan puluhan titik data dari setiap pemain secara real-time sebelum mengirimkan informasi kepada perangkat pertandingan.

FIFA menjelaskan bahwa tujuan utama teknologi ini bukan menggantikan peran wasit. Sebaliknya, sistem tersebut dirancang sebagai alat bantu agar keputusan yang diambil dapat lebih konsisten, akurat, dan cepat.

Kehadiran sensor pada bola, kecerdasan buatan, serta sistem pelacakan pemain menunjukkan bagaimana sepak bola modern semakin terintegrasi dengan teknologi. Berbagai inovasi tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi kesalahan, meningkatkan transparansi keputusan, dan menjaga prinsip fair play sepanjang turnamen berlangsung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....