Seruan 'Sell Indonesia', Momen Memperbaiki dan Memperkuat Kedaulatan Ekonomi
- 09 Jun 2026 09:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Seruan 'Sell Indonesia' tiba-tiba saja mencuat di tengah anjloknya pasar saham dan nilai tukar rupiah.
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons seruan 'Sell Indonesia' dan mengatakan pihak yang menyerukan tidak memahami kondisi perekonomian secara menyeluruh.
- Pengamat Ekonomi Hans Kwee mengingatkan kemungkinan seruan 'Sell Indonesia' sengaja dihembuskan oleh pihak tertentu yang tidak puas dan merasa terganggu dengan kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sudah merespons seruan 'Sell Indonesia' yang ramai di pemberitaan media dalam dan luar negeri. Menurut Purbaya, pihak yang menyerukan 'Sell Indonesia' tidak memahami kondisi perekonomian secara menyeluruh.
Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia sampai saat ini masih bagus dan penggunaan fiskal tetap terjaga. Pemerintah akan terus berupaya mengkomunikasikan hal itu pada para investor.
"Teman-teman investor, tolong lihat lebih detil dan pahami kondisi ekonomi Indonesia seperti apa. Yang bisa saya katakan adalah fiskal bagus, ekonomi bagus," kata Menkeu Purbaya saat melakukan kunjungan ke Pelabuhan Tanjung Priok.
Sementara itu, Hans Kwee juga mengingatkan kemungkinan seruan 'Sell Indonesia' sengaja dihembuskan oleh pihak tertentu. Pihak yang tidak puas dan merasa terganggu dengan kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia.
"Mungkin juga mereka tidak puas sehingga ada 'serangan' ke Indonesia dengan pemberitaan yang buruk. Mereka merasa terganggu dengan kebijakan kita, mulai dari ekspor satu pintu dan lainnya," ucap Hans Kwee.
Menurutnya, negara-negara tetangga Indonesia juga ada yang merasa terganggu dan tidak puas dengan kebijakan pemerintah Indonesia. Untuk itu pemerintah harus mampu membuktikan kebijakan-kebijakan yang diambil diimplementasikan dengan benar sehingga dapat mengembalikan kepercayaan para investor.
"Tentu saja pemerintah punya pekerjaan rumah untuk melakukan banyak perbaikan. Sehingga kepercayaan investor kembali pulih," kata Hans Kwee menegaskan.
Dari sisi eksternal, harapannya konflik akan segera berakhir. Dari dalam negeri, pemerintah harus melakukan efisiensi anggaran dengan benar dan tepat sasaran.
Hans Kwee mencontohkan evaluasi dan efisiensi anggaran dalam program Makan Bergizi Gratis atau Koperasi Desa Merah Putih. Anggarannya mungkin bisa dialihkan untuk memperkuat bantuan sosial ke masyarakat.
Transfer ke Daerah, tambah Hans Kwee juga harus lebih diperhatikan. Sehingga pemerintah daerah punya cukup anggaran untuk menjalankan programnya dan menciptakan lapangan pekerjaan.
"Kalau kita bisa melakukan efisiensi dengan baik dan komunikasi pemerintah dilakukan dengan efektif. Saya yakin Indonesia akan melewati periode sulit ini. Rupiah akan kembali menguat dan IHSG akan 'rebound'," ujar Hans Kwee.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....