Krisis Lingkungan Menguat, Aksi Iklim Menjadi Keniscayaan
- 08 Jun 2026 09:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum memperkuat aksi nyata menghadapi krisis iklim, pencemaran, dan hilangnya keanekaragaman hayati.
- Pemerintah menekankan kolaborasi seluruh pihak untuk mencapai target net zero emission dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
- Berbagai aksi lingkungan digelar di sekolah, kampus, dunia usaha, hingga daerah melalui penghijauan, pengelolaan sampah, dan edukasi lingkungan.
Upaya menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat. Dunia usaha juga didorong mengambil peran aktif dalam mendukung aksi iklim yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditunjukkan Perumda Air Minum Tirta Ayu Kabupaten Tegal saat memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Perusahaan daerah itu ikut berpartisipasi dalam rangkaian Gebyar Aksi Iklim yang digelar di kawasan GOR Trisanja Slawi.
Melalui kegiatan tersebut, Perumda Tirta Ayu menegaskan dukungannya terhadap pelestarian lingkungan. Komitmen itu diwujudkan melalui pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Direktur Utama Perumda Tirta Ayu melalui Direktur Umum, Edi Sofyan mengatakan pihaknya terus memperkuat kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal. “Kami selalu ikut serta dalam mendukung kegiatan penghijauan yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal,” kata Edi di Tegal pada Jum'at 5 Juni 2026.
Dukungan itu juga diwujudkan melalui keterlibatan perusahaan dalam program penghijauan daerah. Perumda Tirta Ayu mendukung gerakan Satu Rumah Satu Pohon yang sebelumnya dicanangkan pemerintah daerah.
Selain menanam pohon, perusahaan juga menggelar aksi pengelolaan sampah. Masyarakat diajak menukar sampah plastik dengan bibit tanaman buah untuk ditanam di lingkungan sekitar.
Program tersebut menjadi contoh bahwa aksi lingkungan dapat dilakukan melalui langkah sederhana. Kegiatan seperti pengurangan sampah dan penghijauan dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi kualitas lingkungan.
Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menunjukkan semangat gotong royong dalam menghadapi krisis lingkungan. Semangat inilah yang menjadi pesan utama Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, bahwa menjaga bumi membutuhkan peran dan kontribusi semua pihak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....