Krisis Lingkungan Menguat, Aksi Iklim Menjadi Keniscayaan

  • 08 Jun 2026 09:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum memperkuat aksi nyata menghadapi krisis iklim, pencemaran, dan hilangnya keanekaragaman hayati.
  • Pemerintah menekankan kolaborasi seluruh pihak untuk mencapai target net zero emission dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
  • Berbagai aksi lingkungan digelar di sekolah, kampus, dunia usaha, hingga daerah melalui penghijauan, pengelolaan sampah, dan edukasi lingkungan.

Upaya menjaga lingkungan juga perlu diperkuat di lingkungan perguruan tinggi. Kampus dinilai memiliki peran strategis dalam membangun budaya keberlanjutan dan kepedulian terhadap alam.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono mendorong kampus memperluas ruang terbuka hijau. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

Menurut Diaz, sejumlah perguruan tinggi dapat mencontoh Institut Pertanian Bogor dalam menjaga kawasan hijau kampus. Ia menilai keberhasilan IPB mempertahankan ruang terbuka hijau patut menjadi inspirasi.

“IPB luar biasa, ruang terbuka hijaunya sudah 91 persen. Seharusnya menjadi contoh bagi kampus lain,” kata Diaz saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Ia menjelaskan luas ruang terbuka hijau di IPB mencapai 91 persen. Angka tersebut jauh melampaui ketentuan nasional yang menetapkan minimal 30 persen.

Menurutnya, keberadaan ruang hijau tidak hanya memperindah kawasan kampus. Ruang tersebut juga membantu menjaga kualitas udara dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Diaz mengingatkan suhu bumi terus meningkat akibat aktivitas manusia sejak revolusi industri. Dampaknya kini semakin dirasakan di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia.

“Bumi ini semakin panas. Temperatur bumi sudah naik sekitar 1,4 hingga 1,6 derajat Celsius,” ujarnya.

Ia menyoroti mencairnya es di Pegunungan Jayawijaya sebagai salah satu tanda perubahan iklim. Selain itu, ancaman tenggelamnya pulau-pulau kecil juga semakin meningkat.

Karena itu, Diaz mengajak masyarakat melakukan langkah sederhana untuk menjaga lingkungan. Salah satu cara yang dinilai paling mudah adalah menanam pohon.

“Cara paling sederhana menghadapi perubahan iklim adalah penanaman pohon. Satu orang satu pohon,” katanya.

Ajakan tersebut mempertegas bahwa aksi iklim dapat dimulai dari mana saja. Mulai dari rumah, sekolah, hingga kampus, setiap langkah kecil memiliki peran penting menjaga masa depan bumi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....