Temuan Hantavirus di Indonesia, Ancaman Penyakit Zoonosis Jadi Sorotan

  • 15 Mei 2026 13:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • DPR dan IDAI mengingatkan pentingnya sanitasi lingkungan serta pola hidup bersih untuk mencegah penularan.
  • Kementerian Kesehatan mencatat 23 kasus paparan hantavirus di Indonesia sepanjang 2024-2026.
  • Pemerintah memastikan varian hantavirus di Indonesia berbeda dengan kasus luar negeri dan pengawasan diperketat.

Di tengah meningkatnya perhatian publik, pemerintah memastikan varian hantavirus di Indonesia berbeda dengan kasus yang ditemukan di luar negeri. Kementerian Kesehatan menilai kondisi tersebut membuat risiko penyebaran masih dapat dikendalikan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan hantavirus sebenarnya bukan penyakit baru di Indonesia. Virus tersebut bahkan telah terdeteksi sejak lebih dari dua dekade lalu.

“Ini virusnya beda dengan Covid, ini sudah lama ada. Sejak tahun 2000-an di Indonesia sudah teridentifikasi,” kata Budi Gunadi Sadikin saat diwawancarai awak media di Kawasan Jakarta Pusat, Selasa 12 Mei 2026.

Menurut Menkes, pemerintah kini lebih fokus memperkuat sistem pengawasan penyakit menular. Langkah tersebut dilakukan agar setiap potensi kasus dapat segera diketahui dan ditangani cepat.

“Yang kita lakukan adalah surveillance-nya diperbaiki. Kemudian kalau ada yang ketahuan kena, itu bisa dikirim ke rumah sakit, rumah sakit sudah tahu cara mengobatnya,” ucap Budi.

Pemerintah bergerak cepat setelah menerima informasi otoritas Inggris mengenai WNA yang menjadi kontak erat pasien hantavirus kapal pesiar internasional. Warga tersebut diketahui bekerja di Indonesia sehingga langsung dilakukan pelacakan.

Kementerian Kesehatan kemudian melakukan identifikasi dan pemeriksaan sejak 8 Mei 2026. Hasil sementara menunjukkan kondisi warga negara asing tersebut dalam keadaan baik.

“Tanggal 8 kita identifikasi. Kemudian kita periksa dan kondisinya sekarang baik-baik saja,” ujar Menkes.

Pemeriksaan lanjutan dilakukan di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso. Pemerintah menyebut hasil sementara menunjukkan pasien negatif hantavirus, namun tetap menjalani isolasi sementara untuk memantau masa inkubasi.

“WNA itu sudah diperiksa menyeluruh di RSPI Sulianti Saroso dan hasil sementara menunjukkan negatif hantavirus. Namun, pemerintah tetap meminta yang bersangkutan menjalani isolasi sementara guna memantau masa inkubasi penyakit tersebut,” ujarnya.

Menkes menilai pengalaman menghadapi pandemi Covid-19 membuat sistem surveilans Indonesia jauh lebih siap dibanding sebelumnya. Koordinasi internasional juga dinilai membantu pemerintah mendeteksi ancaman penyakit menular lebih cepat.

“Pengalaman pandemi Covid-19 membuat kemampuan surveilans dan kerja sama internasional Indonesia kini jauh lebih siap. Pemerintah kini lebih cepat mendeteksi potensi ancaman penyakit menular dari luar negeri sebelum meluas,” kata Menkes Budi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....