Industri AMDK, antara Kebutuhan Pasar dan Keselamatan Lingkungan
- 13 Apr 2026 18:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Industri AMDK di Indonesia tumbuh pesat seiring meningkatnya permintaan pasar.
- Para pelaku industri AMDK wajib memperhatikan dampak lingkungan akibat usaha yang mereka jalankan.
- Salah satu dampak lingkungan yang timbul dalam industri ini yaitu penggunaan air tanah dan penumpukan sampah akibat kemasan AMDK dengan plastik sekali pakai.
Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Percepatan Transformasi Industri 4.0, Andi Rizaldi menekankan, pemerintah terus mendorong industri AMDK memperhatikan dampak lingkungan. Terutama dalam hal penggunaan kemasan plastik untuk produk-produk AMDK.
Sejauh ini para produsen yang menggunakan kemasan plastik terkena kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR). Yaitu pendekatan kebijakan lingkungan yang mewajibkan produsen bertanggung jawab atas seluruh siklus hidup produk mereka, terutama pengelolaan limbah pascakonsumsi.
Sejauh ini pada dasarnya, produsen siap mengimplementasikan EPR. Hanya saja implementasi EPR bisa berdampak pada meningkatnya beban produksi sehingga perlu jalan tengah perihal penerapan kebijakan tersebut.
"Pada dasarnya produsen bisa melakukanya, hanya saja itu pasti biaya dibebankan pada biaya produksi. Jangan sampai karena dibebankan pada biaya produksi, masyarakat juga yang menanggung," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....