Keluarga Intan Harap Pemerintah Bantu Proses Pemulangan

  • 26 Jun 2025 07:10 WIB
  •  Kupang

KBRN, Sumba: Keluarga Intan Tua Negu, seorang pekerja migran asal Desa Kalembu Kuni, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, menyampaikan harapan besar kepada pemerintah agar dapat membantu proses pemulangan putri mereka ke kampung halaman. Intan yang merupakan anak ketujuh sekaligus bungsu dari pasangan Ngilla Leba dan Soli Ledi, disebut menjadi korban kekerasan oleh majikan dan rekannya di Batam, tempat ia bekerja lebih dari setahun terakhir.

Saat dikonfirmasi di kediaman keluarga di Kampung Bondo Maroto, pihak keluarga menyampaikan bahwa kondisi Intan memerlukan penanganan dan perlindungan yang serius dari pemerintah daerah maupun pusat. Mereka berharap agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat serta korban bisa pulih secara fisik maupun psikologis.

Selain itu, keluarga juga menuntut keadilan atas tindakan kekerasan yang menimpa Intan. Salah satu saudara kandung korban, Yulius Batte Umbu Lele, menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku agar prosesnya berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami minta keadilan ditegakkan dan pelaku dihukum setimpal,” ujarnya kepada awak media. Intan yang baru berusia 23 tahun diketahui merupakan lulusan SMA dan berasal dari keluarga petani sederhana.

Kepergiannya merantau ke Batam bertujuan untuk membantu perekonomian keluarga, namun malah berujung pada pengalaman tragis yang menyisakan luka dan trauma. Selain proses hukum, pihak keluarga juga menuntut agar gaji Intan yang belum dibayarkan oleh majikan dapat diberikan secara utuh.

Mereka menilai itu adalah hak yang seharusnya diterima oleh Intan setelah bekerja lebih dari satu tahun di luar kampung halaman. Keluarga besar Intan mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendampingi dan membantu proses penanganan kasus ini sejauh ini.

Mereka berharap dukungan dari masyarakat dan pemerintah terus mengalir hingga Intan benar-benar mendapat keadilan. Dengan mata berkaca-kaca, ayah dan ibu Intan, yang akrab disapa Bapa Bunni dan Mama Bunni berharap anaknya segera bisa kembali ke pangkuan keluarga dalam keadaan selamat dan tenang.

“Kami hanya ingin anak kami pulang, dan pelaku diproses dengan seadil-adilnya,” ujarnya. (Jl)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....