Review Film "Pengepungan di Bukit Duri" (2025): Chaos!

  • 19 Agt 2025 22:01 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Film Pengepungan di Bukit Duri yang resmi tayang di OTT atau platform streaming Prime Video sejak Jumat (15/8/2025), adalah film ke-11 Joko Anwar, sutradara yang terkenal dengan film-filmnya yang tidak biasa. Berikut adalah ulasan untuk film yang naskah atau skenarionya sudah ditulis sejak tahun 2007 ini:

Sebelum melanjutkan membaca ulasan ini, seperti yang tertera di awal film Pengepungan di Bukit Duri, penulis juga akan memberikan trigger warning atau peringatan konten. Karena betapapun Anda tergugah setelah membaca ulasan ini, jika Anda termasuk yang tidak sanggup untuk menonton film bermuatan adegan kekerasan atau sadisme, maka sebaiknya segera urungkan niat Anda.

Film yang jarak antara perilisan di layar lebar (17/4/2025) dan perilisan di OTT (15/8/2025) hanya empat bulan ini merupakan film Joko Anwar kelima yang bukan bergenre horor, setelah Janji Joni (2005), Kala (2007), A Copy of My Mind (2016), dan Gundala (2019). Secara sederhana, film Pengepungan di Bukit Duri merupakan film yang penuh chaos, baik secara adegan maupun dialog. Namun, kekuatan dalam film ini justru bukan berasal dari kedua hal tersebut.

Film yang berhasil mengumpulkan 1,8 juta penonton saat penayangannya di bioskop Indonesia ini justru memenangkan hati penonton lewat rasa takut yang dihadirkan sepanjang durasi. Kecerdikan Joko Anwar dalam meramu keseluruhan plot tanpa sadar akan membuat Anda berada di jurang keputusasaan yang seolah tanpa batas.

Pengalaman seperti ini biasanya hanya bisa penulis dapatkan saat menonton film-film produksi non-Indonesia. Mahal, namun tetap bercelah. Kesesuaian gambaran tentang suasana sekolah, meski distopia, terasa kurang relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia hari ini. Namun, sekali lagi, semua celah tersebut termaafkan oleh kualitas akting juara yang diberikan oleh para pemainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....