Sejarah Perkembangan Radio
- 06 Des 2024 15:39 WIB
- Waykanan
KBRN, Way Kanan: Radio adalah salah satu media massa yang digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pendengar berupa suara dengan memodulasikan gelombang energi elektromagnetik.
Modulasi gelombang radio dapat dilakukan melalui frekuensi (FM) maupun amplitudo (AM). Namun, saat ini, radio juga dapat digunakan secara digital melalui internet, seperti yang dilakukan oleh Radio Republik Indonesia (RRI).
Mengutip dari laman Balai Loka Monitor SFR Ternate, radio ditemukan pada akhir abad ke-19 oleh ilmuwan James Maxwell, Heinrich Hertz, dan Guglielmo Marconi. James Maxwell, seorang ahli teori ilmu alam, berhasil menemukan rumus yang memungkinkan terciptanya gelombang elektromagnetik untuk radio dan televisi pada tahun 1865.
Teori James Maxwell menunjukkan bahwa gerakan magnetik dapat merambat di ruang angkasa dengan kecepatan 186.000 mil per detik, hampir sama dengan kecepatan cahaya. Teori Maxwell ini dibuktikan oleh Heinrich Hertz pada tahun 1884 dan kemudian dimanfaatkan untuk tujuan praktis oleh Guglielmo Marconi, yang berhasil menciptakan cara transmisi nirkabel melalui radio pada tahun 1894.
Pada masa itu, radio hanya digunakan untuk kegiatan maritim, seperti mengirim pesan dan melakukan koordinasi dalam bentuk kode Morse dari kapal ke kapal atau dari kapal ke daratan, dan sebaliknya. Awalnya, radio menggunakan modulasi amplitudo (AM) untuk mentransmisikan sinyal suara. Namun, AM memiliki keterbatasan dalam hal kualitas suara dan kejernihan sinyal. Oleh karena itu, modulasi frekuensi (FM) diperkenalkan, memungkinkan transmisi suara yang lebih jernih.
Kemajuan teknologi radio saat ini telah menghadirkan radio digital melalui internet, yang memberikan kualitas suara lebih baik dan dapat diakses oleh pendengar di seluruh dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....