Aisyah,Hafidzah Bercita-cita Menjadi Dokter Spesialis Bedah

  • 30 Jun 2024 11:11 WIB
  •  Biak

KBRN,Biak: Pendiam dan pemalu adalah saosok dari Aisyah yang biasa disapa icha,hafidzah 20 juz asal Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua,

Sejak kecil icha yang lahir di Mekkah Arab Saudi,21 Januari 2006,putri dari Alm, H.Achmad Faruq dan Hj, Fatmawati,sejak usia satu tahun mulai diperkenalkan Alquran dengan mendengarkan bacaan dan huruf oleh almarhum ayahnya kemudian di usia dua tahun kembali ke tanah air , tepatnya di Biak Numfor.

''Awalnya itu saya senang menonton iklan di televisi dan saya hafal iklan-iklan tersebut,nah akhirnya almarhum bapak mulai membelikan album tentang huruf-huruf hijaiyah yang diperdengarkan kepada saya dan kakak setiap hari,kemudian dilanjut diajarkan iqro oleh mama, jadi sebelum masuk SD sudah dijarkan seperti itu sampai mulai hafalan setiap waktu yang harus disetor hafalannya ke bapak atau mama,jadi harus di murojaah atau mengulang terus,''ujar Icha

''Almarhum bapak saya cukup displin dan keras dalam mengajarkan saya,jadi tidak boleh main sebelum ada bacaan yang disetor,minimal setiap waktu diminta menghafal tiga baris atau lima baris,kalau sudah 1 juz akan dimurojaah lagi atau diulang dari awal untuk dibaca,''ucapnya

Saat Icha di kelas 1 SD sudah mampu menghafal 1 juz dan untuk pertam kalinya mengikuti lomba hidzil 1 juz,kemudian di kelas 3 SD diminat mengikuti 5 Juz namun masih belum karenamasih anak-anak, kerap hafalan yang terlewat.

''Mulai SD kelas sudah ikut lomba Hidzil Quran 1 Juz dan mulai kelas 3 SD sudah naik hafalan ke 5 juz, kemudian mulai tahun 2019 sudah mengikuti lomba Hifdzil 5 Juz dan berhasil raih juara 2 pada MTQ Tingkat Provinsi Papua, kemudian di tahun 2020 meningkat ke 10 Juz meraih juara 3 MTQ Provinsi Papua dan di tahun 2021 juga meraih juara 3 MTQ Tingkat Provinsi,''ujar Icha.

Prestasi terus diraih icha dan di tahun 2022 meraih juara 1 Hifdzil Quran 10 Juz Tingkat Provinsi Papua dan mewakili Papua mengikuti lomba MTQ Nasional di Banjarmasin,Kalimantan Selatan.

''Alhamdulillah sebelum ke Banjarmasin, mendapat binaan selama satu bulan di Jakarta unutk dibina olah para guru,pelatih nasional dan ini menjadi pengalaman luar biasa yang saya syukuri, mendapatkan banyak ilmu Dan juga banyak bertemu teman baru saat di tingkat nasional,''ucapnya

Aisyahpun meningkatkan hafalannya ke 20 juz sejak tahun 2023 dan lebih banyak berlatih sendiri maupun oleh ibunya.

''Mulai 2023 sudah menghafal 20 Juz dan Alhamdulillah pada MTQ Provinsi setanah Papua di Mimika ini saya meraih juara 2 cabang Hidzil 20 juz,''ujar Icha

Program Aisyah di tahun depan akan mengikuti cabang lomba Hifdzil 30 juz,dan saat ini kembali murojaah,menghafal lagi dari 1 juz hingga 30 juz.

Dukungan dan binaan orang tua sebagai hal yang sangat penting bagi kehidupan Aisyah sehingga mampu menjadi seorang hafidzah yang sukses,

''Sejak kecil,Almarhum bapak serta mama mengajarkan,mendidik,melatih saya dengan telaten meski didikan yang keras dan disiplin dari almarhum Bapak namun saya akhirnya menyadari tujuan disiplin yang diterapkan tersebut untuk kemajuan saya,''kata Icha.

Menjadi seorang hafidzah sejak kecil,terkesan berat karena harus belajar setiap waktu dan tidak beraktifitas seperti anak-anak lainnya seperti jalan-jalan atau bermain tapi bagi Aisyah hal itu tidak akan berat jika dijalani dengan ikhlas dan niat sejak awal

''Bagi saya ada tiga yang sejak awal diterapkan yaitu mulai dari nawaitu atau niatnya ikhas karena Allah SWT, kemudian komitmen dibarengi dengan istiqomah jadi setiap waktu jangan tinggalkan Alquran, hafalaannya juga harus dijaga, dimurojaah terus sehingga tidak lupa ,jadi intinya semuanya tidak berat dan dapat dijalani dengan baik,teratur tidak merasa terbebani,'kata Icha

Hingga saat ini Icha, tengah mengenyam pendidikan di Universita Terbuka ( UT) Jayapura semester dua jurusan Biologi Fakultas Sain dan Teknologi,memiliki cita-cita menjadi dokter spesialis bedah

''Sejak MT/SD, MTs/SMP, MA/SM yang bersekolah di DDI Babussalam Biak dan Alhamdulillah melanjutkan kuliah di UT Jajapura pokjar Biak sambil mengajar mata pelajaran Matematika di MT/SD di DDI Babussalam,''ujar Icha.

Cita-cita menjadi seorang dokter spesialis bedah ,menjadikan Aisyah terus bekerja keras agar mampu meraih masa depannya tersebut dan saat ini tengah berusaha mencari beasasiswa di Universitas Kedokteran.

Sebagai seorang Ibu, Hj Fatmawati mengakui anaknya sejak kecil sangat penurut,rajin belajar dan memiliki kemauan keras untuk menjadi hafidzah

''Icha itu sejak kecil tidak macam-macam,lebih banyak fokus belajar dan murojaah untuk hafalannya, tapi Aisyah itu senang untuk menggambar atau menjahit di sela waktunya,ya Alhamdulillah sejak kecil memiliki prestasti di cabang Hifdzil Quran dan tentu kebanggaan bagi kami orang tua dan selalu mendoakannya menjadi anak sholehah,''ujar H.Fatmawati

Aisyah menjadi satu-satunya Hafidzah 20 juz yang ada di Biak Numfor dan berharap di tahun depan sebagai hafidzah 30 juz yang mungkin saja hanya bisa diihitung dengan jari jumlahnya pada saat lomba di iven MTQ tingkat Provinsi seperti di tahun 2024 ini, yang hanya berjumlah dua peserta putra dan dua peserta putri

Aisyah,hafidzah 20 juz asal Biak Numfor

Berparas cantik dengan lesung pipit dan senyum yang manis, Aisyah sang Hafidzah menjadi aset yang membanggakan bagi Kabupaten Biak Numfor bahkan Papua.

Aisyah serta para hafidz dan hafidzah lainnya diharapkan terus mendapat perhatian dan pembinaan oleh pemerintah melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran ( LPTQ) Kabupaten Biak Numfor.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....