Pusaka Budaya Suku Biak dalam Karya Seni Ukir

  • 20 Jun 2024 08:12 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : Ukiran Biak atau fas – fas dalam bahasa Biak, melambangkan berbagai hal terkait simbol – simbol menggambarkan kekuatan alam sekitar yang dipertahankan turun temurun sebagai tradisi budaya orang Biak. Hal ini disampaikan Sekretaris II Dewan Kesenian Biak juga selaku seniman Biak Yohan Mnsen.

Dia mengatakan ukiran Biak memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan ukiran – ukiran lain yang ada di Papua serta kaya akan motif sebagai simbol yang menyimpan sebuah cerita atau makna. Selain bertujuan untuk memperindah, ukiran Biak memiliki makna khusus terutama dalam peruntukannya terhadap pria atau wanita.

“Kalau kita orang Biak motifnya itu berukuran besar, selain kita mempergunakannya untuk menghiasi sesuatu kita juga harus mengetahui apa tujuannya. Misalnya menceritakan tentang laut berarti kita gunakan di perahu atau lambang – lambang lain yang disesuaikan tujuan maksudnya. Begitupun yang ada di darat, seperti motif untuk pria dan wanita ada masing – masing maknanya, apakah motif untuk Mambri atau Binsyowi. Hal – hal inilah yang menjadi fokus utama bagi kami para seniman sehingga tidak bertolak belakang dengan tradisi dari leluhur kita”, jelasnya.

Lebih lanjut Yohan menjelaskan ukiran Biak kaya dengan ragam jenisnya, beberapa diantaranya yaitu ukiran pada perahu mansusu dan perahu wairon, ukiran dari daratan seperti dedaunan dan ranting pohon, ukiran dari alam laut seperti simbol sisik ikan dan kerang, serta ukiran patung karwar sebagai lambang kenangan akan orang – orang terkasih atau keluarga yang telah meninggal dan telah berada di alam lain atau dalam bahasa biak disebut mun aibuy.

Sekretaris II Dewan Kesenian Biak Yohan Mnsen Menunjukan Ukiran pada Patung Karwar (Foto : Tangkapan Layar Youtube RRI Biak)

Dalam seni ukir biak terdapat warna – warna khusus yang digunakan para seniman secara turun temurun dengan warna dominan yang kini selalu digunakan yaitu warna merah, hitam dan putih.

“Ada warna – warna khusus yang digunakan, orang Biak zaman dulu tidak mengenal Namanya cat berwarna, mereka menggunakan bahan – bahan dari alam untuk membuat warna seperti dari ranting pohon, rotan, dedaunan, kerang, kapur yang dibakar dan cairan hitam dari tinta cumi. Sekarang kita sudah berada di zaman modern sehingga beberapa warna lain pun ada dalam ukiran Biak, namun yang warna yang dominan digunakan adalah merah, hitam dan putih”, ujar Yohan.

Sebagai seniman Yohan pun berharap agar seni ukir biak tetap hidup dan berkembang bahkan dipelajari oleh anak – anak muda selaku generasi penerus sehingga karya budaya turun temurun ini tak punah, tetap melekat sebagai cerminan jati diri orang Biak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....