Masyarakat Aceh Masih Melaksanakan Tradisi Tulak Bala

  • 13 Sep 2023 21:33 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh: Masyarakat Aceh Barat dan sekitarnya masih melaksanakan berbagai ritual keagamaan dalam rangka tradisi "Tulak Bala" atau menolak penyakit, Rabu (13/9/2023).

Tradisi ini dilakukan mulai dari malam sampai siang hari bertepatan pada hari Rabu terakhir bulan Safar (bulan hijriah). Bulan ini diyakini merupakan bulan diturunkan berbagai macam penyakit ke atas muka bumi.

"Malamnya warga membaca tahlil yang disebut "Yalatif", ada yang membaca di masjid, surau kemudian berkeliling kampung bersama dengan membawa obor," kata tokoh masyarakat Meureubo, T Saiful Ambia.

Saat malam, warga membuat acara di masjid, surau datang beramai-ramai, setelah shalat isya berjamaah, seluruh masyarakat turun ke jalan berkeliling sambil melantunkan zikir membawa obor.

"Tadi malam keliling kampung, dari pagi sampai siang mengadakan khanduri di pinggir sungai," tambah Tokoh Nelayan Aceh Barat, Amiruddin di Kecamatan Arongan Lambalek.

Pada siang harinya, warga berkumpul di pinggir sungai untuk kenduri doa bersama, saat ini ada banyak kegiatan tradisi yang sudah tidak seperti peninggalan leluhur masyarakat Aceh.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan masyarakat di Kabupaten Aceh Selatan, di sana warga juga mengadakan doa bersama dan berkeliling kampung dengan obor sambil berzikir.

Uniknya di Aceh Selatan, warga membuat juga makanan dan aneka cemilan untuk kenduri sekalian liburan dengan keluarga baik ke pantai, sungai maupun ke hulu sungai.

"Hari ini kami ke pantai membaca surat dalael khairat dan doa bersama di pantai. Kita berdoa semoga Allah SWT menjauhkan bala dan penyakit yang menghampiri kita semua," ujar Tgk. Amri salah seorang tokoh Labuhan Haji, Aceh Selatan.

Tradisi ini menjadi kegiatan sakral masyarakat Aceh pada setiap bulan Safar atau bulan arab sebelum memasuki bulan Maulid atau Rabiul Awal.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....