Harmoni Berkelanjutan dari Tanah Masam Menjadi Kehidupan di Kawasan IMIP

  • 14 Agt 2026 00:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Warga Desa Lele, Morowali, Sulawesi Tengah, aktif mengelola lahan pertanian hortikultura dan kolam ikan sejak pagi hari untuk memastikan hasil panen siap dipasarkan.
  • Lahan pertanian di Desa Lele bukan sekadar tempat berkebun biasa, melainkan mencerminkan kisah perubahan dan transformasi dalam sistem pertanian lokal.
  • Aktivitas pertanian dan perikanan di desa ini menunjukkan komitmen masyarakat dalam mengembangkan ekonomi lokal melalui usaha tani yang terkelola dengan baik.

Keberhasilan Berkah Mombula ikut mendorong terbentuknya kelompok-kelompok tani lainnya. Sedikitnya enam kelompok tambahan kemudian berkembang dengan semangat yang sama, mengubah potensi lahan menjadi sumber ekonomi masyarakat menjadi sebuah efek berantai pemberdayaan masyarakat.

Menurut Soekarno, keberhasil kelompoknya dapat menarik terbentuknya kelompok kelompok lainnya. “Setelah itu kita bisa mengajak teman teman untuk menjadikan kelompok lainnya,” kata Soekarno.

“Sering konsep pengolahan lahan, peralatan, pemberian nutri secara masimal sehingga dapat melihat hasilnya yang masimal. Itu yang menjadi dasar teman teman semakin percaya dan mau masuk bergabung di bidang pertanian,” ucapnya menambahkan.

Menariknya, keterlibatan generasi muda juga mulai terlihat. Sekitar 40 persen anggota yang terlibat dalam kegiatan tersebut merupakan anak muda.

Bagi mereka, pertanian tidak lagi semata-mata pekerjaan tradisional. Pertanian mulai dilihat sebagai bagian dari aktivitas ekonomi yang dapat dikembangkan dengan pendekatan teknologi dan inovasi.

Konsep budidaya hidroponik turut dikembangkan. Sistem ini menjadi alternatif untuk mengatasi keterbatasan kondisi tanah sekaligus memperkenalkan cara bercocok tanam yang lebih efisien.

Di sisi lain, masyarakat juga mengembangkan enam kolam ikan nila sebagai bagian dari diversifikasi usaha. Pertanian dan perikanan kemudian berjalan berdampingan.

Sisa hasil produksi tidak semata-mata dianggap sebagai limbah, tetapi mulai diarahkan untuk dimanfaatkan kembali, termasuk melalui pengembangan pakan ikan. Di sinilah gagasan keberlanjutan mulai menemukan bentuknya atau simbiosismutualisme, yang saling ketergantungan satu dengan lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....