Insiden Hotel Yamato, ketika Bendera Belanda Dirobek Menjadi Merah Putih
- 12 Agt 2026 23:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Insiden Hotel Yamato terjadi dua hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
- Peristiwa ini bermula dari kedatangan AFNEI yang menduduki Hotel Yamato sebagai markas Bantuan Rehabilitasi untuk Tawanan Perang dan Interniran.
- Warna biru bendera Belanda yang berkibar di atap Hotel Yamato dirobek oleh sejumlah pemuda Indonesia menjadi bendera Merah Putih.
RRI.CO.ID, Jakarta – Insiden Hotel Yamato terjadi di Surabaya pada 19 September 1945, setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Peristiwa tersebut dikenal sebagai perobekan warna biru pada bendera Belanda hingga menjadi Merah Putih.
Insiden bermula ketika Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) datang di Surabaya pada 18 September 1945. Mereka ditempatkan di Hotel Yamato, yang dijadikan sebagai markas Bantuan Rehabilitasi untuk Tawanan Perang dan Interniran.
Saat itu, sekelompok orang Belanda yang dipimpin oleh Mr. W. V. Ch. Ploegman mengibarkan bendera merah, putih, dan biru di tiang bendera Hotel Yamato. Tindakan tersebut memicu kemarahan para pemuda Surabaya karena dianggap mengabaikan kemerdekaan Indonesia.
Padahal, pasca Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dibacakan di tanggal 17 Agustus 1945, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan maklumat. Bendera nasional Merah Putih harus dikibarkan di seluruh wilayah Indonesia.
Seorang perwakilan Indonesia yaitu Residen Soedirman kemudian melakukan upaya perundingan dengan W. V. Ch. Ploegman, meminta bendera tersebut diturunkan. Namun, perundingan itu gagal karena Ploegman menolak mengakui kedaulatan Indonesia.
Para pemuda kemudian mendobrak masuk dan terjadi perkelahian di lobi hotel yang tidak dapat terhindarkan. Setelah itu, mereka naik ke bagian atas atap hotel untuk menurunkan bendera.
Dua pemuda Indonesia, Hariyono dan Kusno Wibowo, terlibat dalam pemanjatan tiang hingga berhasil menurunkan bendera tersebut. Keduanya kemudian merobek bagian biru, lalu mengerek kembali bendera yang tersisa ke puncak tiang.
Warna biru dirobek agar bendera Belanda tidak lagi berkibar sebagai bendera tiga warna. Setelah birunya dilepas, tersisa warna merah dan putih yang kemudian dikibarkan sebagai bendera Indonesia.
Insiden ini tentu membuat kondisi keamanan di Surabaya semakin memanas. Akhirnya, peristiwa ini dikenang sebagai salah satu cikal bakal yang mengawali terjadinya Pertempuran Surabaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....