Mendur Bersaudara, Sosok Dibalik Dokumentasi Detik-detik Kemerdekaan Indonesia
- 04 Agt 2026 19:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mendur bersaudara, Alex Impurung Mendur dan Frans Soemarto Mendur adalah fotografer yang mengabadikan momen Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
- Keduanya berasal dari Kawangkoan, Minahasa, Sulawesi Utara dan berprofesi sebagai wartawan foto.
- Dokumentasi visual mereka menjadi salah satu bukti terpenting dalam sejarah lahirnya Republik Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Mendur bersaudara merupakan dua fotografer yang mengabadikan momen Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Dokumentasi mereka menjadi salah satu bukti visual terpenting lahirnya Republik Indonesia.
Mereka adalah Alex Impurung Mendur yang lahir pada 1913, sedangkan Frans Soemarto Mendur lahir pada 1916. Keduanya berasal dari Kawangkoan, Minahasa, Sulawesi Utara, dan berprofesi sebagai wartawan foto.
Frans belajar fotografi pada Alex yang sudah lebih dahulu menjadi wartawan koran berbahasa Belanda di Jakarta, Java Bode. Kemudian Frans mengikuti jejak sang kakak menjadi wartawan pada tahun 1935.
Melansir Arsip Nasional Republik Indonesia, saat Proklamasi berlangsung, Alex bekerja sebagai fotografer Kantor Berita Domei. Frans juga berprofesi sebagai wartawan foto dan turut mendokumentasikan peristiwa tersebut.
Pada pagi 17 Agustus 1945, keduanya datang ke Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta setelah mendapat kabar akan ada kejadian penting di rumah kediaman Soekarno. Mereka membawa kamera Leica untuk mendokumentasikan pembacaan Proklamasi dan pengibaran Sang Merah Putih.
Pukul 10 di hari Jumat pagi, Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Upacara proklamasi kemerdekaan berlangsung sederhana, tanpa protokol.
Saat itu, Frans hanya memiliki tiga lembar pelat film, sehingga ia hanya bisa mengabadikan tiga adegan. Foto pertama memperlihatkan Soekarno membacakan teks Proklamasi.

Foto kedua, adegan pengibaran bendera Merah Putih yang dilakukan oleh Latief Hendraningrat, salah seorang anggota PETA. Sedangkan, foto ketiga memperlihatkan suasana masyarakat yang menyaksikan pengibaran bendera.

Usai pemotretan, Alex sempat ditangkap tentara Jepang dan sebagian filmnya disita dan dimusnahkan. Sementara itu, Frans berhasil menyembunyikan negatif foto sehingga dokumentasi Proklamasi dapat diselamatkan.
Sesudah kemerdekaan, Alex dan Frans turut mendirikan Indonesia Press Photo Service atau IPPHOS pada 2 Oktober 1946. IPPHOS didirikan bersama sejumlah wartawan foto lainnya, di antaranya Justus Umbas, Frank Umbas, Alex Mamusung, dan Oscar Ganda.
Tanpa jasa mereka, mungkin kita tak bisa melihat dokumentasi momen paling bersejarah bangsa ini, yaitu proklamasi kemerdekaan. Mendur bersaudara membawa dunia tahu bahwa bangsa Indonesia telah merdeka atas penjajahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....