Sejarah Menyerahnya Jepang dan Lahirnya Kemerdekaan Indonesia
- 10 Agt 2026 09:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jepang menyerah kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945 setelah tekanan militer dan bom atom.
- Kekalahan Jepang menciptakan kekosongan kekuasaan yang dimanfaatkan nasionalis untuk memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
- Indonesia kemudian mempertahankan kemerdekaan melalui perjuangan bersenjata dan diplomasi hingga kedaulatan diakui Belanda pada 1949.
RRI.CO.ID, Jakarta - Jepang menyerah kepada Sekutu pada Agustus 1945. Kekalahan Jepang membuka kekosongan kekuasaan yang kemudian dimanfaatkan untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Dikutip dari lama History.id, Senin, 10 Agustus 2026, Jepang menyatakan kesediaannya menerima ketentuan Konferensi Potsdam pada 10 Agustus 1945. Peristiwa itu terjadi sehari setelah bom atom dijatuhkan di Nagasaki.
Ketentuan tersebut menuntut Jepang untuk menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Kala itu, Jepang menghadapi serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, serta invasi Uni Soviet ke Manchuria.
Kaisar Hirohito kemudian mengambil langkah yang lebih aktif dengan memimpin pertemuan khusus Dewan Perang Jepang. Dalam pertemuan tersebut, Hirohito meminta para pejabat mempertimbangkan penyerahan.
Ia menilai negaranya sudah tidak mampu melanjutkan perang maupun mempertahankan wilayahnya. Keputusan Jepang untuk menyerah akhirnya diumumkan pada 15 Agustus 1945.
Penyerahan tersebut sekaligus mengakhiri kekuasaan Jepang di berbagai wilayah pendudukannya, termasuk Indonesia. Pada akhirnya, tercipta kekosongan kekuasaan sebelum pasukan Sekutu dan Belanda kembali mengambil alih.
Kondisi tersebut segera dimanfaatkan para pemimpin dan kelompok pemuda Indonesia. Mereka melihat adanya kesempatan untuk menyatakan kemerdekaan sebelum kekuatan Sekutu maupun Belanda kembali menguasai Indonesia.
Desakan kelompok pemuda kepada Soekarno dan Mohammad Hatta kemudian menguat agar kemerdekaan segera diproklamasikan. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia akhirnya dibacakan pada 17 Agustus 1945.
Dengan demikian, menyerahnya Jepang bukan berarti Jepang memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Namun, berakhirnya kekuasaan Jepang menciptakan momentum dan kekosongan kekuasaan yang dimanfaatkan para nasionalis Indonesia untuk menyatakan kemerdekaan.
Setelah proklamasi, perjuangan Indonesia belum berakhir. Pasukan Belanda berupaya kembali menguasai Hindia Belanda.
Hal ini membuat Indonesia harus kembali mempertahankan kemerdekaannya melalui perjuangan bersenjata dan diplomasi. Perjuangan tersebut berbuah manis dengan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada 1949.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....