Tradisi Maso Minta dalam Budaya Minahasa

  • 28 Jul 2025 07:40 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Maso Minta adalah tradisi adat dari suku Minahasa yang dijalankan khusus dalam rangkaian prosesi lamaran sebelum pernikahan. Secara harfiah, maso berarti masuk dan minta berarti meminta, menggambarkan keluarga calon pengantin pria yang memohon restu kepada keluarga calon pengantin wanita untuk menjalin ikatan → menjadi marga keluarga.

Proses dan Makna Tradisional

  1. Tahapan Toki Pintu
    Sebagaimana dikutip dari laman emmanus.com Upacara diawali dengan Toki Pintu, yakni mengetuk pintu rumah calon mempelai wanita sebanyak tiga kali—pada ketukan ketiga pintu baru dibuka. Sebelum sistem ini, seluruh jendela dan pintu ditutup dan lampu dimatikan untuk menciptakan suasana khidmat. Proses ini melambangkan permohonan dan penerimaan secara adat, bahwa keluarga pengantin pria secara resmi memasuki ruang kesakralan keluarga wanita.
  2. Dialog dan Tawaran Seserahan
    Dikutip dari laman www.bridestory.com Setelah pintu dibuka, diadakan dialog antara perwakilan kedua keluarga bahwa lamaran yang disampaikan diterima, disusul oleh proses Pepeko’an — evaluasi jumlah dan jenis hantaran atau seserahan seperti kain tenun, umbi-umbian, buah, busana adat, kosmetik, hingga jajanan khas Minahasa. Penyesuaian ini hasil musyawarah antara kedua pihak keluarga.

Nilai Budaya dan Simbolisme

  • Maso Minta menandai kepentingan persetujuan penuh keluarga sebelum menikah dan menegaskan nilai gotong royong serta saling menghormati dalam masyarakat Minahasa.
  • Upacara ini menegaskan bahwa pernikahan bukan hanya persoalan dua individu, melainkan pembauran dua keluarga yang saling menjaga keharmonisan.
  • Tradisi ini melestarikan nilai-nilai adat yang mengikat sosial budaya dan spiritual komunitas Minahasa sebagai identitas kolektif.

Simbol Keseriusan

Pelaksanaan maso minta umumnya sederhana namun penuh makna, mencerminkan kerendahan hati dan komitmen masyarakat Minahasa terhadap norma adat. Tradisi ini memperkuat relasi antar keluarga dan menunjukkan bahwa pernikahan adalah keputusan yang melibatkan banyak pihak, bukan sekadar hubungan pribadi semata.

Kesimpulan

Maso Minta merupakan tradisi adat Minahasa yang khas dan bermakna dalam proses lamaran pernikahan. Rangkaian upacara seperti Toki Pintu, dialog, dan nego seserahan bukan hanya simbol budaya, tapi juga refleksi nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan penghargaan terhadap keputusan bersama.

(Stanly Kalumata)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....