Tingkat Pengangguran Terbuka NTB 2024 Terendah Keempat Nasional

  • 08 Nov 2024 15:16 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat menurun menjadi 2,73 persen pada Agustus 2024, keempat terendah nasional. Capaian ini ditengarai berkat berbagai terobosan yang dilakukan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans).

Kepala Disnakertrans NTB, I Gede Putu Aryadi, menyampaikan bahwa angka TPT di NTB turun sebesar 0,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023, di mana jumlah angkatan kerja di NTB mencapai 3,19 juta orang. Ia bangga dengan pencapaian tersebut.

“Ini sebuah prestasi yang patut diapresiasi,” ujar Aryadi melalui keterangan tertulis, Jumat (8/11/2024).

Sejak tiga tahun terakhir, NTB menunjukkan tren positif dalam penurunan TPT. Pada 2021 TPT Provinsi tercatat 3,01 persen, pada 2022 sebesar 2,89 persen, dan 2023 kembali turun menjadi 2,80 persen.

Salah satu penyumbang terbesar penurunan ini adalah Program PePadu Plus (Pelatihan Plus Pemberdayaan Tenaga Kerja Terpadu, plus pendampingan pelatihan produktivitas untuk wira usaha).

Program tersebut merupakan inisiatif Disnakertrans NTB untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja dan menjembatani kebutuhan industri dengan lulusan pendidikan vokasi. Program PePadu Plus menargetkan lulusan SMK, yang selama ini tercatat memiliki tingkat pengangguran yang relatif tinggi.

Data Agustus 2024 menunjukkan TPT lulusan SMK turun drastis dari 8,24 persen di 2023 menjadi 4,73 persen. Aryadi menyatakan bahwa hasil ini membuktikan efektivitas PePadu Plus, yang mengutamakan pelatihan teknis, pemagangan, dan pendampingan yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Kami melihat hasil yang sangat menggembirakan. Penurunan angka pengangguran lulusan SMK hampir setengahnya,” tambah Aryadi.

Melalui pemagangan di berbagai sektor industri, peserta program tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis, tetapi juga pengalaman praktis. Aryadi ingin lulusan program ini bisa bersaing di pasar bebas.

“Kami ingin memastikan setiap lulusan PePadu Plus memiliki keunggulan kompetitif yang setara dengan tenaga kerja dari daerah lain, bahkan siap untuk pasar internasional,” jelas Aryadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....