Akhir Liburan, Bukit Merese Dipadati Pemburu Sunset
- 20 Jul 2026 09:09 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Bukit Merese di kawasan Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, masih menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit untuk menikmati panorama matahari terbenam. Berlokasi berdampingan dengan Pantai Tanjung Aan, bukit ini menawarkan pemandangan 360 derajat berupa hamparan laut biru, garis pantai berpasir putih, serta perbukitan hijau yang memanjakan mata.
Nama "Merese" berasal dari bahasa Sasak yang berarti gundul, merujuk pada kondisi bukit yang minim pepohonan tinggi. Kondisi tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri karena pengunjung dapat menikmati panorama alam tanpa terhalang vegetasi, baik saat matahari terbit maupun menjelang terbenam.
Dengan ketinggian sekitar 30 hingga 60 meter di atas permukaan laut, Bukit Merese menjadi lokasi soft trekking yang ramah bagi berbagai kalangan. Dari puncaknya, wisatawan dapat menyaksikan bentangan Pantai Tanjung Aan dengan pasir putih dan gradasi biru laut Samudra Hindia yang menjadi ciri khas kawasan Mandalika.
Dari Kota Mataram maupun Ampenan, Bukit Merese dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu hingga satu setengah jam dengan jarak sekitar 50–60 kilometer melalui Jalan Bypass BIL menuju Kuta Mandalika, kemudian dilanjutkan ke kawasan Pantai Tanjung Aan.

Memasuki hari terakhir libur sekolah, kawasan Bukit Merese dipadati wisatawan yang ingin menikmati keindahan matahari terbenam bersama keluarga maupun kerabat.
"Karena hari ini terakhir liburan, jadi sengaja ke sini menikmati sunset bersama keluarga," ujar Ida, salah seorang pengunjung, Minggu 19 Juli 2026 sore.
Setelah memarkir kendaraan, pengunjung hanya perlu berjalan kaki sekitar 10–15 menit menuju puncak bukit. Jalur pendakian yang relatif landai membuat perjalanan terasa nyaman sambil menikmati panorama alam di sepanjang perjalanan.
Keramaian pengunjung juga dirasakan Andi, wisatawan yang mengaku telah beberapa kali berkunjung ke Bukit Merese.
"Tidak menyangka hari ini ramai sekali. Area parkir sampai penuh, tapi justru seru karena trekking bersama banyak pengunjung," katanya.
Menurut Andi, Bukit Merese tidak hanya menawarkan panorama matahari terbenam yang memukau, tetapi juga keindahan matahari terbit yang tak kalah menarik.
"Bukan cuma sunset yang bagus, sunrise di sini juga keren. Makanya banyak orang datang pagi maupun sore hari," tambahnya.
Bukit Merese tidak mengenakan tiket masuk bagi wisatawan. Pengunjung hanya membayar biaya parkir kendaraan, yakni Rp5.000 untuk sepeda motor, Rp10.000 untuk mobil, dan Rp15.000 untuk bus. Destinasi wisata ini dibuka setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 19.00 WITA.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati momen matahari terbenam, waktu terbaik untuk tiba di Bukit Merese adalah sekitar pukul 17.00 WITA. Dengan datang lebih awal, pengunjung dapat memilih lokasi terbaik untuk menyaksikan perubahan warna langit saat matahari perlahan tenggelam di ufuk barat.
Selain menjadi lokasi favorit berburu sunset dan sunrise, Bukit Merese juga menjadi tempat yang diminati pecinta fotografi. Perpaduan perbukitan hijau, pantai berpasir putih, dan laut biru menjadikan Bukit Merese sebagai salah satu ikon wisata unggulan di kawasan Mandalika yang selalu ramai dikunjungi, terutama saat musim liburan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....