Satu Dekade Alunan Budaya Pringgasela Resmi Dibuka

  • 19 Jul 2026 14:42 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Alunan Budaya Desa Pringgasela resmi membuka rangkaian perhelatan satu dekadenya melalui kegiatan car free day yang dipusatkan di kawasan Tugu Juang Pringgasela Raya (Tugu Mopra), Minggu, 19 Juli 2026. Pembukaan diawali dengan jalan santai yang diikuti masyarakat dan dilepas langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya.

Sebelum melepas peserta, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Pringgasela yang dinilai mampu menjaga kekompakan serta melestarikan adat dan budaya daerah. Menurutnya, Pringgasela tidak hanya dikenal sebagai penghasil kain tenun berkualitas, tetapi juga memiliki semangat kebersamaan yang menjadi kekuatan dalam pembangunan daerah.

“Pemerintah daerah akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan positif berbasis kemasyarakatan seperti ini. Karena pembangunan Lombok Timur tidak akan berjalan lancar tanpa adanya masyarakat yang sehat, rukun, dan optimis seperti warga Pringgasela,” ujar Edwin.

Ia menilai kegiatan jalan santai tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan jasmani, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta memperkuat persaudaraan antarwarga. Selain itu, aktivitas fisik tersebut diyakini mampu menghadirkan kebahagiaan, terlebih dengan adanya berbagai hadiah doorprize yang disiapkan bagi peserta.

“Melalui kegiatan seperti ini kita tidak hanya memperoleh kesehatan, tetapi juga kesempatan untuk saling menyapa, mempererat kebersamaan, dan menikmati kebahagiaan bersama masyarakat,” katanya.

Wakil Bupati juga mengajak seluruh peserta menjaga ketertiban dan kebersihan selama mengikuti rute jalan santai agar kegiatan berlangsung aman, nyaman, dan tetap mencerminkan semangat gotong royong masyarakat Pringgasela. Alunan Budaya Desa Pringgasela 2026 merupakan bagian dari agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) dengan mengusung tema Srimananti.

Tema tersebut merepresentasikan harapan, peran perempuan, serta identitas tenun khas Pringgasela yang telah menjadi warisan budaya masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung selama 19–25 Juli 2026 dengan menghadirkan berbagai agenda budaya dan hiburan, di antaranya community show, Karnaval Ceria, Khizib Akbar, Pesta Kuliner, Karnaval Tenun, hingga konser musik yang diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat promosi budaya dan ekonomi kreatif Desa Pringgasela.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....