Mengunjungi London, Kota Glamor di Dunia
- 18 Jul 2026 10:23 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Menunggu orang lain untuk melakukan perjalanan bersama, mungkin justru membuat harus mengubur impian pergi ke tempat-tempat yang dingin.
Dengan kepercayaan diri yang dalam, saya melakukan perjalanan ke London seorang diri. Walau terkenal sebagai salah satu kota termahal di dunia, saya rasakan banyak hal yang dapat dinikmati secara gratis di sini. Seperti berbagai museum, galeri terkenal, dan taman-taman bersejarah.
Tempat-tempat di pusat kota pun dapat diakses dengan berjalan kaki karena berdekatan. Sementara area lainnya dapat diakses dengan naik taksi, bus tingkat merah yang merupakan ikon kota, maupun kereta bawah tanah yang melayani sedikitnya 270 stasiun.
Selain saya menjelajah area di sekitar Sungai Thames, saya alokasikan juga waktu untuk mengunjungi departement store Harrods yang menempati lahan seluas lima hektar atau mengudap di Borough Market yang telah beroperasi setidaknya selama sepuluh abad.
Kata sahabat saya Austine, ketika hari mula gelap, kunjungilah salah satu pun tradisional yang bertebaran di kota ini. "Nama-nama besar seperti Charles Dickens, Sir Arthur Conan Doyle dan Voltaire, tercatat pernah menjadi pengunjung tetap pub-pub historik di sepanjang Sungai Thames", ujar dia.
"Beberapa lokasi di sepanjang sungai bahkan menjadi latar belakang karya-karya ternama Dickens dan Doyle", ucap Austen.
| Baca juga: Paris, Keromantisan yang Tak Berkesudahan |
Hingga hari ini pub-pub berusia ratusan tahun tersebut pun masih berdiri kokoh di sepanjang bantaran Sungai Thames dan pada masanya pernah menjadi tempat warga London dari kalangan seniman, pengelana, petualang, awal kapal, hingga penyamun dan bajak laut untuk menikmati segelas pale ale di tangan.
Salah satu pub terkenal adalah Prospect of Whitby. Dibangun di awal abad XV, pub ini terinspirasi kapal Prospect yang berlayar dari kota Whitby di utara Inggris dan sempat menjadi legenda di kalangan awak kapal dan petualang dunia.
Konon, Sir Hugh Willoughby memulai ekspedisinya pada 1533 menuju Tiongkok dari pub ini. Charles Dickens, Judge Jeffries, dan Samuel Pepys, seorang staf Angkatan Laut Inggris yang terkenal lewat jurnalnya, pun tercatat sebagai pengunjung setia pub ini.
Dengan banyaknya pengusaha di bidang kuliner yang mengawali kariernya di sini, tak heran bila semakin banyak restoran inovatif yang bermunculan di London.
Sebut saja The Cheese Bar misalnya yang menyediakan berbagai menu berbahan susu, termasuk poutine atau kentang goreng dengan serpihan keju dan saus kental yang di sini disajikan dengan keripik kentang, bukan kentang goreng, yang diberi topping telur goreng, manisan pancetta, siraman dadih keju, dan saus daging asap.
Sedangkan Abandoned, yang sesuai namanya, merupakan bangunan bekas kamar mandi umum yang telah terbengkalai sejak 1960, menawarkan menu sarapan lezat, seperti bubur susu almond dan French Toast dengan cocolan vanila. Sementara La Bidega Negra, yang dari luar terlihat seperti toko seks ternyata merupakan restoran Meksiko dengan nuansa rustic namun elegan.
| Baca juga: Jadi Flanerie di Paris yang Romantis |
Bar-bar di London pun tak kalah menarik untuk disambangi. Meraih predikat sebagai bar terbaik di dunia selama tiga tahun berturut-turut, Artesian di The Langham. "Ini merupakan salah satu tempat yang mesti dikunjungi bila tertarik mencoba sesuatu yang baru", kata Austen sahabat saya.
Bar beinterior unik dengan pagoda yang menghiasi dinding ini memiliki mesin slushie untuk membuat minuman-minuman terpopulernya, yaitu Mind Your Step dengan pecahan "kaca" terbuat dari gula yang bisa dimakan, atau juga Affected Experience yang rasa berry-nya terus berubah di setiap sesapan.
"Salah satu cara terbaik mengenal penduduk setempat adalah dengan mencicipi masakan khasnya, di mana versi aslinya biasanya jauh lebih enak, sehingga hal ini dapat berimbas pada keengganan untuk menyantap hidangan yang sama di tempat lain", kata Austen meyakinkan.
Namun, bisa juga sebaliknya, versi autentik suatu masakan ternyata lebih enak versi modifikasinya. Semua itu tentu perlu dicari tahu, yang pasti, mencicipi sebuah hidangan ternama di tempat asalnya tentu memunculkan kebanggaan tersendiri.
Biaya hidup di London memang mahal. Namun, secara mengejutkan London didaulat sebagai kota belanja utama di Eropa, terutama untuk barang-barang fashion. Dari segi jumlah dan keberadaan merek internasional, London lebih unggul dibanding kota-kota lain di Eropa.
Dengan kata lain, berbelanja di London menjanjikan pengalaman yang unik, ekletik, dan internasional. Wisatawan selalu dapat mampir ke butik desainer atau Harrod's, namun tetap dapat memiliki opsi untuk mengunjungi Old Spitalfields Market yang bertempat di bangunan bergaya Victoria untuk berburu koleksi baju pria dan barang-barang buatan tangan.
Dover Street Market untuk mencari gaya jalanan rancangan Rei Kawakubo dengan label Comme des Garcons, hingga gaun-gaun elegan koleksi Lanvin. Shoreditch adalah kantung seni relatif baru di London dan di sini terdapat butik-butik berkonsep unik. Misalnya bertempat di belas peti kemas.
Penggila belanja akan mencari tempat-tempat di dunia yang dijamin akan membuat mereka yang mengaku tak suka belanja pun kemudian tergoda masuk ke sebuah toko. Dan tentu, keluar dengan menenteng tas belanjaan.
Hal itu karena sejumlah tempat memang memiliki berbagai barang yang tak dapat ditemukan di tempat lain, selain suasana belanjanya pun menyenangkan. Kata Austen, bagi mereka yang memang gila belanja, mereka dapat tiba dengan koper kosong dan kembali dengan beberapa koper tambahan yang penuh sesak. "Kadang harus rela membayar biaya kelebihan bagasi", selorohnya.
Di London orang tak akan melewatkan kunjungan ke Liberty, departement store di Great Marlborough Street, yang eksteriornya bergaya Tudor dan menjual berbagai benda fashion kontemporer. Dan ada juga dijual di sana barang-barang untuk menghias rumah karya desainer setempat yang diproduksi dalam jumlah terbatas.
Penulis: Syafaruddin DaEng Usman (Sejarawan Kalbar)
Baca juga: Menikmati The Sound Of Music di Salzburg yang Legendaris
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....