Boatman Kenawa Minta Fasilitas Wisata Dibenahi
- 16 Jul 2026 12:50 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Sumbawa Barat - Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Pulau Kenawa membawa berkah bagi masyarakat pesisir Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat. Aktivitas penyeberangan menuju pulau wisata yang dikenal dengan hamparan sabananya itu semakin ramai dan menjadi sumber penghasilan utama bagi puluhan pelaku usaha jasa perahu atau boatman. Namun, di balik geliat sektor pariwisata tersebut, para pelaku usaha berharap pemerintah segera membenahi fasilitas pendukung yang dinilai belum memadai.
Pulau Kenawa selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Sumbawa Barat. Keindahan alamnya yang kerap menghiasi berbagai platform media sosial berhasil menarik wisatawan dari berbagai daerah, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.
Bagi masyarakat pesisir Poto Tano, meningkatnya jumlah wisatawan berdampak langsung terhadap perekonomian. Usaha jasa penyeberangan yang sebelumnya hanya mengandalkan aktivitas nelayan, kini berkembang menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga.
Salah seorang boatman, Jaka, mengatakan lonjakan jumlah penumpang paling terasa setiap akhir pekan. Dalam sehari, para pelaku usaha dapat melayani tiga hingga empat kali perjalanan menuju Pulau Kenawa, jauh lebih banyak dibandingkan hari biasa.
"Kalau akhir pekan kami bisa mengantar wisatawan tiga sampai empat kali sehari. Kalau hari biasa biasanya hanya satu kali penyeberangan," kata Jaka, Kamis 16 Juli 2026.
Menurutnya, keberadaan Pulau Kenawa telah membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir. Saat ini, sedikitnya 20 pelaku usaha penyeberangan menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata di kawasan tersebut.
Meski demikian, Jaka menilai perkembangan jumlah kunjungan wisatawan belum diimbangi dengan peningkatan fasilitas pendukung. Hingga kini, bantuan pemerintah kepada pelaku usaha, menurutnya, masih sebatas penyediaan jaket pelampung.
Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan pembenahan terhadap infrastruktur, terutama dermaga di Poto Tano maupun di Pulau Kenawa yang kondisinya mulai mengalami kerusakan. Selain itu, ketersediaan toilet umum yang layak juga dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
"Harapan kami dermaganya diperbaiki dan fasilitasnya dilengkapi. Pulau Kenawa sudah dikenal luas, bukan hanya di NTB tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, kawasan wisatanya juga harus semakin tertata," ujarnya.
Jaka juga menanggapi rencana Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang akan menerapkan tarif masuk bagi wisatawan ke Pulau Kenawa. Menurutnya, para pelaku usaha pada prinsipnya mendukung kebijakan tersebut apabila bertujuan meningkatkan pendapatan daerah dan pengelolaan destinasi wisata.
Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut harus diiringi dengan peningkatan fasilitas serta jaminan keselamatan bagi wisatawan. Salah satunya melalui penyediaan skema asuransi yang jelas bagi pengunjung yang menggunakan jasa penyeberangan.
Selain itu, para boatman meminta pemerintah melibatkan seluruh pelaku usaha dalam pembahasan sebelum kebijakan diberlakukan. Dialog dinilai penting agar regulasi yang diterapkan mampu mengakomodasi kepentingan masyarakat yang selama ini menggantungkan mata pencaharian dari sektor pariwisata.
"Kami mendukung program pemerintah, tetapi fasilitas dan jaminan keselamatan wisatawan harus dipersiapkan terlebih dahulu. Sebelum aturan itu diterapkan, sebaiknya pemerintah berdiskusi dengan seluruh pelaku usaha dan boatman, sehingga keputusan yang diambil benar-benar mempertimbangkan kondisi di lapangan," kata Jaka.
Para pelaku usaha berharap pengembangan Pulau Kenawa tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan maupun pendapatan daerah. Tetapi juga diikuti dengan pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan, serta perlindungan terhadap masyarakat, yang menjadi bagian penting dalam industri pariwisata di kawasan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....