Museum 1000 Moko, Destinasi Wisata Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Alor

  • 16 Jul 2026 08:34 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Museum 1000 Moko berada di Jalan Diponegoro, Nusa Kenari, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Museum ini diresmikan pada 4 Mei 2004 oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur saat itu, Piet A. Tallo.

Museum ini memiliki dua gedung yang menyimpan berbagai koleksi sejarah dan budaya khas Alor. Gedung pertama menampilkan moko, nekara, alat musik tradisional, guci, serta berbagai benda bersejarah lainnya.

Pengunjung juga dapat melihat Al-Qur'an kuno yang dibuat menggunakan kulit kayu. Koleksi lainnya meliputi perangko, keramik, peti kayu, alat dapur tradisional, dan alat tenun. Foto-foto masyarakat Alor tempo dulu juga dipajang di dalam gedung tersebut.

Gedung kedua menyimpan koleksi kain tenun dari berbagai suku di Alor. Koleksinya berasal dari suku Kolana, Batulolong, Kui, Kabola, dan beberapa suku lainnya. Setiap tenun memiliki motif dan makna yang mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Alor.

Koleksi Kain Tenun di Museum 1000 Moko, Kabupaten Alor. (Foto: RRI SP Alor)

Museum ini menjadi tempat terbaik untuk melihat koleksi moko secara langsung. Berbagai jenis moko tersimpan rapi dan menjadi daya tarik utama museum tersebut.

Mengutip dari Wikipedia Rabu 15 Juli 2026, sekitar 80 persen koleksi museum merupakan hibah dari seorang warga Kalabahi. Koleksi itu kemudian diserahkan kepada Pemerintah Daerah sebelum pemiliknya pindah dari Alor.

Museum dapat dikunjungi pada pagi hingga siang hari setiap hari kerja. Rombongan wisata tetap bisa berkunjung di luar jam operasional dengan membuat janji terlebih dahulu.

Museum 1000 Moko layak menjadi pilihan wisata saat berkunjung ke Alor. Selain menikmati pantai, wisatawan juga dapat mengenal sejarah dan budaya masyarakat Alor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....