Pasir Batang, saat Hiking Menjadi Cara Baru Berwisata
- 12 Jul 2026 22:24 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan – Langkah pertama di jalur Pasir Batang bukan disambut deretan wahana atau musik keras, melainkan desir angin yang menerpa hutan pinus, aroma tanah pegunungan yang lembap, dan kicau burung yang bersahutan. Di beberapa titik, jalan setapak menanjak perlahan menuju perbukitan hijau.
Bagi sebagian wisatawan, justru perjalanan menuju puncak itulah yang menjadi tujuan. Di tengah tren wisata yang bergeser ke aktivitas luar ruang, hiking ringan kini menjadi bagian dari gaya berlibur.
Pasir Batang di Desa Karangsari, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menawarkan pengalaman tersebut melalui perpaduan jalur trekking, bumi perkemahan, agrowisata, hingga panorama alam lereng Gunung Ciremai. Kawasan yang berada di ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut itu tidak menuntut kemampuan mendaki layaknya jalur pendakian gunung.
Trek menuju kawasan yang dikenal sebagai Bukit Teletubbies relatif ramah bagi pemula, keluarga, maupun wisatawan yang sekadar ingin menikmati udara pegunungan tanpa harus menaklukkan medan ekstrem. Di sepanjang jalur trekking, hamparan pakis purba tumbuh alami di bawah tegakan pinus.
Vegetasi khas pegunungan itu menjadi bagian dari ekosistem yang masih terjaga. Jika beruntung, pengunjung juga dapat menyaksikan elang brontok maupun elang ular bido melayang di langit lereng Ciremai saat mencari mangsa.
Sesampainya di puncak bukit, bentang alam terbuka menyuguhkan panorama Waduk Darma, hamparan perbukitan Kuningan, hingga wilayah Majalengka, Cirebon, dan sebagian Jawa Tengah ketika cuaca cerah. Pemandangan matahari terbit dan terbenam menjadi waktu yang paling diburu wisatawan.
Pengelola Pasir Batang, Aen, mengatakan pola kunjungan wisatawan mulai berubah. Menurut dia, pengunjung kini lebih menikmati aktivitas di alam dibanding sekadar datang untuk berfoto.
"Sekarang banyak yang datang untuk hiking, menikmati sunrise, lalu menghabiskan waktu di alam. Camping tetap diminati, tetapi pengunjung lebih mencari pengalaman selama berada di sini," ujar Aen kepada RRI, Minggu, 12 Juli 2026.
Pengalaman itu berlanjut ketika wisatawan turun dari perbukitan menuju lahan pertanian warga. Hamparan sayuran dataran tinggi yang menjadi salah satu penopang ekonomi Desa Karangsari kini juga menjadi bagian dari agrowisata.
Pada musim panen, pengunjung dapat melihat bahkan ikut memetik hasil kebun secara langsung. Di kawasan ini, wisatawan juga dapat mengunjungi petilasan Syekh Marmagati dan Ki Buyut Dugal.
Petilasan ini dipercaya masyarakat memiliki keterkaitan dengan sejarah penyebaran Islam di wilayah tersebut. Kehadiran situs budaya itu melengkapi pengalaman menjelajahi alam dengan nilai sejarah lokal.
Dengan tiket masuk Rp15.000 per orang, Pasir Batang menyediakan area camping, musala, toilet, gazebo, penyewaan tenda, serta jalur hiking yang dapat dinikmati tanpa biaya tambahan. Meski sebagian akses menuju lokasi masih berupa jalan berbatu, karakter itulah yang justru menjadi awal dari pengalaman menjelajahi salah satu lanskap alam di lereng Gunung Ciremai, ketika perjalanan tidak hanya berakhir di sebuah tujuan, tetapi dimulai dari setiap langkah di sepanjang jalur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....