Pesona Bukit Anak Dara Masuk Jalur Tujuh Summit

  • 26 Mei 2026 08:56 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Camping di puncaknya menghadirkan sunrise indah, udara sejuk, dan pengalaman tadabur alam yang menenangkan
  • Bukit Anak Dara di Sembalun jadi bagian jalur 7 Summit dengan panorama Rinjani yang memukau

RRI.CO.ID, Mataram - Bukit Anak Dara menjadi salah satu destinasi pendakian favorit di kawasan Sembalun, Lombok Timur. Bukit yang berada di kaki Gunung Rinjani ini dikenal sebagai bagian dari jalur “7 Summit Sembalun” yang populer di kalangan pendaki dan pecinta alam. Dengan ketinggian sekitar 1.923 mdpl, Bukit Anak Dara menawarkan pengalaman mendaki yang menantang sekaligus panorama alam yang memukau.

Kawasan Sembalun sendiri berada dalam wilayah pengelolaan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani atau BTNGR yang selama ini dikenal menjaga kelestarian ekosistem kawasan Rinjani. Melalui berbagai informasi wisata alam dan konservasi, BTNGR terus mengajak wisatawan untuk menikmati alam secara bertanggung jawab dengan menjaga kebersihan serta tidak merusak lingkungan pendakian.

Dilansir dari laman Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bukit Anak Dara sering dijuluki sebagai miniatur Rinjani karena memiliki jalur yang cukup terjal dengan lanskap pegunungan yang mirip jalur pendakian Gunung Rinjani. Selama perjalanan, pendaki akan melewati hutan kecil, jalur savana, hingga tanjakan curam yang menguras tenaga. Namun semua rasa lelah biasanya langsung terbayar ketika sampai di puncak dan melihat hamparan bukit hijau, persawahan Sembalun, hingga siluet Gunung Rinjani yang berdiri megah di kejauhan.

Salah satu daya tarik utama Bukit Anak Dara adalah panorama sunrise dan sunset yang sangat indah. Banyak pendaki memilih camping di area puncak untuk menikmati suasana malam yang tenang ditemani langit penuh bintang. Area puncaknya yang luas juga memungkinkan banyak tenda berdiri berjajar dengan latar pegunungan yang memanjakan mata.

Selain keindahan alamnya, Bukit Anak Dara juga menyimpan cerita rakyat yang dipercaya masyarakat setempat. Nama “Anak Dara” konon berasal dari kisah dua dara cantik yang dipercaya menjaga kawasan tersebut dan memiliki kaitan dengan legenda Dewi Anjani di Gunung Rinjani. Cerita ini membuat Bukit Anak Dara tidak hanya menarik sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga memiliki nilai budaya dan legenda lokal yang masih dikenal hingga sekarang.

Bagi pecinta camping dan petualangan alam, Bukit Anak Dara menjadi tempat yang menghadirkan pengalaman berbeda. Udara pegunungan yang sejuk, suasana tenang jauh dari keramaian kota, hingga pemandangan alam yang luas membuat banyak pendaki merasa lebih dekat dengan alam dan lebih bersyukur menikmati keindahan ciptaan Tuhan.

Meski semakin populer, pengunjung tetap diingatkan untuk menjaga kelestarian kawasan pendakian. Membawa turun kembali sampah, tidak merusak vegetasi, serta mematuhi aturan pendakian menjadi bagian penting agar keindahan Bukit Anak Dara tetap terjaga dan bisa dinikmati generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....