Pesona Curug Telu: Wisata Alam Asri yang Menawan

  • 25 Apr 2026 12:33 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Tersembunyi di rimbunnya vegetasi Desa Karangsalam, Curug Telu kini tumbuh menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan yang menawarkan kesegaran alami bagi para pelancong. Destinasi yang awalnya merupakan area bermain warga lokal ini, kini bertransformasi menjadi magnet wisata berkat perpaduan air terjun yang jernih dan suasana pedesaan yang masih sangat asri.

Pengelola Curug Telu, Aziz, menceritakan bahwa potensi wisata di Desa Karangsalam ini mulai dikembangkan secara serius sejak adanya aktivitas komunitas cliff jumping pada tahun 2009 silam. Sejak saat itu, penataan terus dilakukan untuk menyambut wisatawan yang ingin merasakan sensasi berenang di kolam alami.

“Awalnya ini cuma tempat main anak-anak sini. Tapi melihat antusiasme pengunjung, akhirnya muncul ide untuk dijadikan wisata resmi. Alhamdulillah, sekarang per harinya bisa sampai 100-an pengunjung, terutama sangat ramai di akhir pekan,” ujarnya saat diwawancarai oleh RRI Purwokerto.

Lebih lanjut, Aziz menjelaskan bahwa Curug Telu memiliki beberapa titik ikonik yang memiliki daya tarik berbeda. Salah satunya adalah Sendang Bidadari yang menjadi favorit pengunjung untuk berswafoto karena pemandangannya yang estetik.

Selain itu, terdapat Kedung Pete yang menjadi lokasi andalan bagi wisatawan yang ingin berenang sepuasnya di air yang jernih dan area yang luas. Keunggulan wisata di Desa Karangsalam ini juga didukung oleh aksesibilitas yang telah ditingkatkan.

Pengelola memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung dengan menyediakan jalur yang ramah melalui pembangunan anak tangga hingga ke titik air terjun. “Fasilitas sudah lengkap, ada ban penyelamat dan pelampung. Untuk akses juga sudah full anak tangga. Kami juga rutin menjaga kebersihan area setiap hari, bahkan sampah botol plastik dikelola bersama warga sekitar,” kata Aziz.

Terkait tantangan pengelolaan di alam terbuka, Aziz mengakui faktor keselamatan menjadi prioritas utama, mengingat medan alam yang terkadang licin. Pihaknya juga menerapkan aturan jam operasional yang ketat, yakni close order pada pukul 16.00 WIB untuk memastikan keamanan pengunjung sebelum hari gelap.

Terakhir, Aziz berharap pengembangan wisata di Desa Karangsalam ini tetap mengedepankan aspek kelestarian lingkungan. Ia berkomitmen untuk meminimalkan bangunan fisik yang dapat merusak ekosistem hutan sekitar.

“Rencana ke depan kami hanya akan menambah fasilitas penunjang seperti kursi-kursi untuk istirahat. Harapannya, Curup Telu tetap menjadi wisata alam yang asri tanpa harus banyak mengubah bentang alam aslinya,” pungkasnya. (iky)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....