Duta Wisata Kebumen Kampanyekan Konservasi Hayati Berkelanjutan
- 22 Jun 2026 15:46 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, - KebumenDua duta wisata Kabupaten Kebumen, Anggara Purwa dan Nurfaifadun Niswatul Fitriah, mengajak masyarakat untuk mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis konservasi alam dalam Dialog SPADA Pro 2 RRI Purwokerto, pada Minggu (14/6/2026). Keduanya menegaskan bahwa pengembangan kawasan Geopark Kebumen harus mampu menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Nurfaifadun Niswatul Fitriah yang juga merupakan Mbak Kebumen, menjelaskan bahwa Geopark Kebumen memiliki keunikan karena mengintegrasikan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya dalam satu kawasan. Menurutnya, pengelolaan geopark tidak boleh hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Geopark Kebumen bukan hanya tentang wisata alam, tetapi juga menyatukan aspek geologi, biologi, dan budaya. Karena itu, aktivitas wisata perlu dikelola dengan baik agar tidak merusak ekosistem yang ada,” ujar Niswatul.
Ia menambahkan, pengawasan dan pembatasan aktivitas wisatawan menjadi langkah penting untuk menjaga kawasan yang rentan terhadap kerusakan lingkungan, terutama di wilayah pesisir dan pegunungan. Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan tersebut dapat tetap menjadi destinasi wisata sekaligus sarana edukasi konservasi bagi masyarakat.
Sementara itu, Anggara Purwa memaparkan berbagai potensi wisata yang dimiliki Geopark Kebumen. Menurutnya, kawasan tersebut tidak hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga memiliki keberagaman budaya dan hayati yang dapat menjadi daya tarik wisata unggulan.
“Aspek budaya di Kebumen sangat beragam, mulai dari Tari Cepetan hingga Tari Lawet. Selain itu, ada pula berbagai potensi biodiversitas seperti penangkaran Lebah Klanceng, hutan Pagar Jawa Kalibening, hingga sentra sapi peranakan ongole yang menjadi kebanggaan daerah,” kata Anggara.
Dalam kesempatan tersebut, Niswatul juga membagikan pengalamannya saat mendampingi kelompok masyarakat di kawasan Pantai Kali Ratu, Jogosimo, yang aktif melakukan konservasi penyu. Ia mengapresiasi meningkatnya kesadaran warga dalam menjaga kelestarian satwa yang dilindungi tersebut.
Selain konservasi penyu, upaya pelestarian lingkungan juga dilakukan melalui perlindungan hutan mangrove di kawasan Pantai Ayah. Niswatul menilai keberadaan mangrove sangat penting bagi masyarakat pesisir karena berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi dan terpaan angin kencang yang berasal dari Samudra Hindia.
Menutup dialog, Anggara merekomendasikan Goa Petruk sebagai salah satu destinasi geowisata unggulan di Kebumen yang masih terjaga keasliannya. Ia mengajak wisatawan untuk menikmati keindahan alam tersebut secara bertanggung jawab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....