Basah-Basahan di Perayaan Songkran

  • 08 Apr 2026 07:15 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Setiap bulan April, kedatangan Tahun Baru tradisional Thailand atau Songkran mengubah seluruh negeri menjadi festival air raksasa yang sangat meriah. Para peserta perayaan melengkapi diri mereka dengan pistol air dan ember sebagai simbol perayaan untuk memulai babak baru dalam hidup mereka.

Meskipun identik dengan perang air, Songkran memiliki akar budaya Buddha yang sangat mendalam mengenai pembersihan diri dan pemurnian jiwa. Tradisi ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk membasuh masa lalu dan mengundang keberuntungan untuk tahun yang akan datang.

Dilansir dari Nationalgeographic.com, nama Songkran sendiri berarti "perpindahan astrologi" yang merujuk pada transit matahari melalui zodiak menurut perhitungan astrologi tradisional Thailand. Festival modern ini biasanya dimulai pada 13 April saat matahari memasuki rasi Aries dan berlangsung hingga tanggal 15 April setiap tahunnya.

Tradisi luhur ini telah diakui oleh badan kebudayaan PBB, UNESCO, sebagai bagian dari warisan budaya tak benda yang sangat berharga di dunia. Para ahli meyakini bahwa festival ini berevolusi dari perayaan panen padi yang mencapai puncaknya di Thailand pada bulan April.

Ritual dimulai dengan membersihkan rumah serta memandikan patung Buddha atau disebut ‘Song Nam Phra’ sebagai bentuk pembaruan spiritual. Masyarakat juga memberikan penghormatan kepada orang tua dan biarawan dengan menuangkan air harum di atas tangan mereka sebagai tanda kasih sayang.

Kemeriahan semakin memuncak saat warga yang mengenakan kemeja motif Hawaii memenuhi jalanan untuk melakukan perang air besar-besaran bersama turis asing. Festival ini juga dimeriahkan oleh parade musik serta pedagang yang menjual katak panggang sebagai simbol keberuntungan pembawa hujan.

Namun, perayaan masif ini juga membawa tantangan besar terkait lonjakan penggunaan air yang mencapai 100.000 meter kubik per hari di Bangkok. Pemerintah setempat pun harus bekerja keras mengelola limbah dan konsumsi alkohol yang berlebihan selama berlangsungnya acara tersebut.

Meski sempat dibayangi isu kekeringan dan gempa bumi di tahun-tahun sebelumnya, festival Songkran tahun 2026 dipastikan akan tetap berjalan lancar. Thapanee Kiatphaibool selaku pemimpin Otoritas Pariwisata Thailand menegaskan bahwa semangat perayaan ini tetap tidak berubah di seluruh wilayah negeri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....