Kunjungan Wisata Bahari Kejawanan Cirebon Capai 12 Ribu saat Libur Lebaran

  • 23 Mar 2026 15:21 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pantai Wisata Bahari Kejawanan (WBK) di Kota Cirebon mengalami lonjakan kunjungan wisatawan selama momen libur Lebaran. Hingga Senin, 23 Maret 2026 pagi jumlah pengunjung sudah mencapai lebih dari seribu orang dan diprediksi terus meningkat.

Ketua Tim Kerja Operasional Pelabuhan WBK, Mukhlis, menyampaikan bahwa pada hari sebelumnya jumlah kunjungan bahkan menembus angka belasan ribu. Ia menyebut mayoritas wisatawan berasal dari wilayah sekitar seperti Cirebon, Indramayu, dan Majalengka.

“Nah, kemarin kita kunjungan malah hampir 13.000 , sekarang 12.904 kunjungan,” ujar Mukhlis kepada RRI Senin, 23 Maret 2026. Ia menambahkan bahwa peningkatan ini juga dipengaruhi oleh banyaknya pemudik yang pulang ke kampung halaman.

Mukhlis menjelaskan, lonjakan pengunjung biasanya terjadi pada waktu-waktu tertentu dalam sehari. Puncak kunjungan tercatat pada pagi hingga siang hari, serta kembali meningkat pada sore menjelang matahari terbenam.

“Kunjungan tertinggi itu memang di pukul 09.00 sampai jam 11.00, kemudian nanti naik lagi sekitar pukul 15.00 sampai 17.00,” katanya. Menurutnya, waktu tersebut menjadi favorit wisatawan untuk beraktivitas bersama keluarga.

Ia juga mengungkapkan bahwa WBK menawarkan berbagai daya tarik wisata alam yang menjadi unggulan. Salah satunya adalah pantai yang dapat diakses bebas oleh masyarakat untuk berenang dan bersantai.

“Kalau di Kejawanan itu bisa sunrise dan bisa sunset, jadi pengunjung bisa menikmati dua momen sekaligus,” ucapnya. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati panorama laut serta pemandangan Gunung Ciremai dalam kondisi cuaca cerah.

Tak hanya itu, terdapat pula keunikan berupa lumpur pantai yang dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan. Kandungan mineral di dalamnya disebut dapat membantu melancarkan peredaran darah ketika digunakan sebagai lulur.

“Memang ada kandungan silika dan besi yang bisa melancarkan peredaran darah kalau kena sinar matahari,” katanya. Penelitian terkait hal tersebut bahkan pernah dilakukan bersama pihak akademisi untuk mengkaji manfaatnya.

Ke depan, pengelola WBK berencana mengembangkan konsep wisata edukasi berbasis kelautan dan perikanan. Hal ini sejalan dengan fungsi utama pelabuhan sebagai unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Nantinya kami akan mengarah ke wisata edukasi tentang kelautan dan perikanan,” katanya. Dengan pengembangan tersebut, diharapkan WBK tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga sarana pembelajaran bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....