Dian Nadia: MilkLife Jadi Sumber Regenerasi Timnas Putri
- 01 Feb 2026 16:21 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Asisten pelatih Timnas Putri Indonesia U-17 tahun 2025, Dian Nadia Mutiara, mengapresiasi penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) sebagai ajang penting pembibitan sepak bola putri usia dini. Ia menilai turnamen ini menjadi fondasi awal lahirnya regenerasi Timnas Putri Indonesia di masa depan, khususnya dari daerah dengan basis peserta yang kuat seperti Bandung.
“Melihat MilkLife Soccer Challenge yang ada di Bandung, saya sangat senang dan antusias. Dari sinilah regenerasi Timnas Putri Indonesia akan dilahirkan, dari bibit-bibit yang tampil di MilkLife ini,” ujar Dian Nadia saat ditemui di sela kompetisi,di Lapangan Candradimuka Pusdikif.Minggu 1 Februari 2026.
Menurut Dian, keberadaan kompetisi antarsekolah ini sangat membantu jajaran pelatih Timnas dalam memantau dan menjaring potensi baru. Ia menilai MLSC menjadi ruang observasi yang efektif untuk melihat perkembangan pemain usia dini secara langsung dan berkelanjutan.
“Kompetisi ini sangat membantu staf pelatih Timnas untuk mencari potensi-potensi baru yang akan menjadi regenerasi Timnas selanjutnya,” katanya.
Terkait kualitas peserta di Bandung, Dian menyebut performa para pemain menunjukkan level yang menjanjikan. Ia menilai banyak pemain sudah memiliki pemahaman teknik dasar sepak bola yang baik sejak usia sekolah dasar.
“Peserta di Bandung luar biasa, sangat skillful. Kelihatan banyak yang sudah bisa bermain bola dan mengerti teknik-teknik dasar,” ungkapnya.
Selain aspek teknik, Dian juga menyoroti sikap dan mental bertanding para pemain yang dinilainya positif. Menurutnya, para peserta tampil lepas dan menikmati permainan tanpa tekanan berlebih.
“Mereka sangat antusias, enjoy banget main bolanya, sudah seperti menjiwai permainan, tidak terlihat ada tekanan,” ujarnya.
Baca Juga: Timo Scheunemann: Konsistensi Kunci Prestasi Sekolah Sepak Bola
Dian juga melihat adanya peningkatan kualitas dari seri pertama ke seri kedua penyelenggaraan MLSC. Ia menilai antusiasme sekolah dan kesiapan tim semakin meningkat seiring berjalannya kompetisi. “Kalau dibandingkan seri 1, di seri 2 ini kelihatannya antusiasnya lebih besar. Mungkin karena tiap sekolah sudah lebih mempersiapkan diri lewat latihan,” jelasnya.
Peningkatan tersebut, menurut Dian, membuat persaingan di seri kedua menjadi lebih menantang. Hal ini dinilai positif karena mendorong pemain untuk berkembang dan terbiasa menghadapi kompetisi.
“Seri 2 ini jadi lebih cukup menantang, kualitas permainannya juga meningkat,” tambahnya.
Terkait harapan ke depan, Dian menekankan pentingnya keberlanjutan program MilkLife Soccer Challenge. Ia berharap kompetisi ini dapat digelar secara rutin setiap tahun dan memiliki jenjang yang jelas.
“Harapan saya, MilkLife ini bisa terus berjalan rutin setiap tahun, bahkan ada jenjangnya, supaya potensi-potensi itu tidak hilang,” tuturnya.
Ia menegaskan, keberlanjutan MLSC akan sangat membantu proses regenerasi Timnas Putri Indonesia. “Dengan adanya kompetisi seperti ini, pelatih Timnas akan sangat terbantu untuk melihat dan memantau calon-calon Timnas Putri ke depan,” pungkas Dian Nadia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....